Tautan-tautan Akses

20 Tewas setelah Kawanan Bersenjata Serang Hotel Burkina Faso


Pasukan keamanan elit Burkina Faso menyerbu Hotel Splendid di ibukota Ouagadougou setelah kawanan bersenjata menyandera beberapa orang di sana, Jumat malam (15/1).

Pasukan keamanan elit Burkina Faso menyerbu Hotel Splendid di ibukota Ouagadougou setelah kawanan bersenjata menyandera beberapa orang di sana, Jumat malam (15/1).

Laporan mengatakan sedikitnya 20 tewas dan 15 luka-luka setelah kawanan bersenjata menyerang Hotel Splendid di Ouagadougou Jumat (15/1) malam.

Pasukan keamanan elit di Burkina Faso telah menyerbu sebuah hotel mewah yang sering dikunjungi oleh orang-orang asing di ibukota. Tersangka kaum militan ISIS menyandera beberapa orang.

Serangan dimulai sekitar 5 jam setelah kawanan bersenjata menyerang Hotel Splendid di Ouagadougou Jumat (15/1) malam. Kebakaran terlihat di lobi hotel setelah serangan mulai terjadi.

Tidak segera diketahui berapa banyak orang yang mungkin tewas dalam serangan itu, tetapi laporan pendahuluan mengatakan 20 orang tewas dan 15 luka-luka.

Pejabat senior keamanan, yang tidak mau disebut namanya, mengatakan "Tembak menembak masih terus berlangsung sampai sekarang. Kami ingin mengetahui berapa banyak penyerang untuk mengkoordinasi tindakan dengan lebih baik. Beberapa orang disandera. Operasi ini mungkin akan berlangsung beberapa jam.”

Afiliasi al-Qaida setempat yang dikenal dengan sebutan AQIM menyatakan bertanggung jawab selagi serangan itu masih berlangsung, menurut kelompok Intelijen SITE, yang memonitor kegiatan para pelaku jihad.

Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan Pusat Komando Militer Amerika untuk Afrika (AFRICOM) memonitor situasi itu, dan semua personil pertahanan Amerika sudah diidentifikasi, bertentangan dengan beberapa laporan bahwa personil militer Amerika berlindung di hotel itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby mengatakan Amerika “mengutuk keras serangan itu” dan Kedutaan Besar Amerika di Ouagadougou “berusaha sekuat tenaga untuk memastikan keselamatan semua warga Amerika di kota itu.”

Burkina Faso telah mengalami serangkaian pergolakan politik sejak bulan Oktober 2014 ketika Presiden Blaise Compaore digulingkan dalam pergolakan rakyat. Bulan September lalu, para anggota pasukan pengawal presiden melakukan kudeta yang berlangsung hanya kira-kira sepekan. Pemerintah transisi kembali berkuasa sampai pemilihan bulan November menghasilkan pemimpin- pemimpin baru Burkina Faso.

Tetapi, golongan militan Islamis telah melakukan serangan terhadap hotel-hotel serupa di negara tetangga, Mali, termasuk serangan terhadap hotel Radisson Blu bulan November yang menewaskan 20 orang. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG