Tautan-tautan Akses

Rusia Selidiki Tewasnya 14 Anak akibat Perahu Tenggelam


Para petugas penyelamat Rusia berada di lokasi tewasnya 14 anak peserta kamp musim panas di Danau Karelian, Rusia barat laut (19/6).

Para petugas penyelamat Rusia berada di lokasi tewasnya 14 anak peserta kamp musim panas di Danau Karelian, Rusia barat laut (19/6).

Sedikitnya 14 anak peserta kamp musim panas di Rusia barat laut tewas ketika perahu mereka terbalik di sebuah danau yang dilanda badai di Rusia barat laut, Minggu (19/6).

Pemerintah Rusia memulai penyelidikan kriminal hari Minggu (19/6), beberapa jam setelah sedikitnya 14 anak-anak peserta kamp musim panas di Rusia barat laut tewas ketika perahu mereka terbalik di sebuah danau yang dilanda badai di dekat perbatasan Finlandia.

Juru bicara kepala badan investigasi Rusia, Vladimir Markin, mengatakan kematian itu terjadi semalam pada Minggu dini hari di Danau Syamozero, di Republik Karelia, 120 kilometer arah timur dari perbatasan Finlandia.

Markin, yang berbicara hari Minggu, mengatakan 47 anak-anak dan empat instruktur dewasa bepergian dalam empat perahu ketika terjadi bencana.

Ia juga mengatakan empat anggota staf kamp, serta dua orang dewasa yang diduga mengorganisir perjalanan berperahu itu telah ditahan untuk diinterogasi.

Anggota parlemen daerah Kerlia, Alexei Gavrilov, memberitahu stasiun televisi Rossiya 24 bahwa dalam beberapa hari terakhir telah diumumkan berulang kali peringatan mendekatnya sebuah badai Atlantik, dan juga peringatan kepada para pelaut untuk menjauh dari wilayah danau seluas 270 kilometer persegi.

Pejabat lain, pembela hak anak-anak Pavel Astakhov, mengatakan kepada kantor berita Ria Novosti bahwa anak-anak itu "tampaknya tidak memakai jaket pelampung." Namun, laporan sebelumnya oleh kantor berita Interfax mengutip seorang pejabat setempat yang mengatakan semua korban tewas dan selamat mengenakan jaket pelampung.

Badan federal pariwisata Rusia dikutip dalam laporan itu yang mengatakan para korban kira-kira berusia 12-15 tahun, diantaranya adalah yatim piatu dan anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Sebagian besar korban berasal dari Moskow. Walikota Moskow Sergey Sobyanin mengunggah pesan tweet menyatakan belasungkawa bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan akibat kecelakaan itu.

Para pakar setempat mengatakan danau itu bisa sangat berbahaya untuk diarungi dalam situasi angin kencang, dan bahkan para nelayan lokal yang berpengalaman telah menghindari perairan selama akhir pekan.

"Itu namanya bunuh diri, jika membiarkan kelompok itu pergi berperahu dalam kondisi tersebut," kata direktur perusahaan wisata lokal dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi. [zb]

XS
SM
MD
LG