Tautan-tautan Akses

Rusia dan Italia Tandatangani Kesepakatan Transit Afghanistan


Presiden Dmity Medvedev (kiri), Perdana Menteri Vladimir Putin (kanan), dan Perdana Menteri Silvio Berlusconi berjalan di Krasnaya Polyana di Rusia Selatan (Jumat, 3 desember 2010).

Presiden Dmity Medvedev (kiri), Perdana Menteri Vladimir Putin (kanan), dan Perdana Menteri Silvio Berlusconi berjalan di Krasnaya Polyana di Rusia Selatan (Jumat, 3 desember 2010).

Rusia dan Italia (Jumat) tandatangani perjanjian yang akan memungkinkan peralatan militer untuk pasukan Italia yang ditempatkan di Afghanistan bisa transit di wilayah Rusia.

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan kesepakatan itu merupakan sumbangsih Moskow untuk menyelesaikan masalah rumit itu di Afghanistan. Medvedev mengatakan hal ini di kota wisata Krasnaya Polyana di mana ia menjadi tuan rumah bagi Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi.


Kantor berita Rusia mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan transit baik kargo sipil maupun militer, termasuk senjata dan amunisi.


Pertemuan kedua pemimpin Eropa itu berlangsung di tengah serangkaian publikasi terbaru dokumen diplomatik Amerika yang mengungkapkan penilaian Amerika yang tidak baik atas kepribadian keduanya. Salah satu dokumen dilaporkan menyatakan, Berlusconi "mendapat keuntungan pribadi" dari hubungan dekat dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin.

Berlusconi hari Jumat menepis klaim itu, sedangkan Medvedev mengatakan dokumen rahasia yang dimuat di situs WikiLeaks itu hanya menunjukkan sinisme kebijakan luar negeri Amerika.


Kedua pemimpin juga menandatangani serangkaian memorandum bilateral, termasuk kesepakatan antara Enel, perusahaan listrik Italia, Enel, dan Inter RAO, perusahaan listrik Rusia

XS
SM
MD
LG