Tautan-tautan Akses

Rakyat Australia Nantikan Hasil Pemilu


PM Australia Malcolm Turnbull memasukkan kartu suara pemilu di sebuah TPS di Sydney, Australia, 2 Juli lalu (foto: dok).
PM Australia Malcolm Turnbull memasukkan kartu suara pemilu di sebuah TPS di Sydney, Australia, 2 Juli lalu (foto: dok).

Tidak satu pun dari dua partai utama di sana yang meraih suara mayoritas dalam pemilu hari Sabtu, di mana terjadi lonjakan dukungan bagi kandidat dari partai-partai kecil dan independen.

Pejabat-pejabat pemilu di Australia sedang menghitung jutaan surat suara yang dikirim melalui pos dalam pemilu di negara itu.

Empat hari setelah pemilu, rakyat Australia masih belum tahu siapa yang akan membentuk pemerintahan mendatang. Perdana Menteri Malcolm Turnbull yakin partai tengah-kanannya akan menang mayoritas, sementara oposisi Partai Buruh berharap membentuk pemerintahan minoritas dengan bantuan partai-partai kecil dan independen. Sejauh ini, mereka menang besar dalam pemilu ini.

Di antara mereka terdapat juru-kampanye yang kontroversial, Pauline Hanson, yang ingin mencegah Muslim berimigrasi ke Australia. Ia memenangkan kursi di majelis tinggi dan mengatakan banyak orang Australia juga merasa tersingkir oleh pendatang dari Asia.

"Mereka merasa diserbu oleh orang-orang Asia. Selain itu, kini banyak orang Australia merasa orang Asia membeli lahan-lahan utama pertanian dan perumahan. Kita tidak bisa terus membangun masjid. Bukan saya, melainkan masyarakat yang benar-benar turun ke jalan-jalan, memprotes pembangunan masjid. Kita tak bisa menyangkal fakta bahwa di dalam masjid-masjid ini mereka menyebar kebencian terhadap kita," ujar Hanson.

Hanson menyatakan partainya, One Nation, yang mungkin mendapat dua lagi kursi di Senat, membela pemilih yang merasa terpinggirkan dan diabaikan oleh dua partai besar.

Menurut John Waner, profesor politik pada Australian National University, keberhasilan Hanson bukan hanya soal ras.

"Masih terdapat semacam kekhawatiran dan ia sepertinya menyuguhkan isu itu. Kekhawatiran akan hilangnya pekerjaan manufaktur, hilangnya peluang kerja tradisional, daerah-daerah dengan tingkat pengangguran lebih tinggi, daerah-daerah yang merasa diabaikan. Selain itu, sebagian juga khawatir soal imigrasi," kata Waner.

Kandidat dari partai-partai kecil dan independen menuai dukungan sangat besar dalam pemilu ini. Mereka mungkin kelompok berbeda, yang secara beragam mendukung kebijakan tegas anti-judi, melarang pemakaian burqa di tempat umum dan mengizinkan euthanasia, tetapi pendukung percaya, mereka bebas dari apa yang digambarkan koran-koran di sana, sebagai partai-partai utama yang "puas dengan diri sendiri."

Hasil akhir pemilu diperkirakan baru diketahui dalam beberapa hari ke depan. [ka/al]

Recommended

XS
SM
MD
LG