Tautan-tautan Akses

Rakyat Australia Bersiap Ikuti Pemilu yang Berfokus pada Ekonomi


Rakyat Australia bersiap-siap menuju TPS dalam pemilihan federal Sabtu (2/7) di mana negara itu akan memutuskan apakah partai kecil akan menggantikan pemerintah yang sedang berkuasa (Foto: dok).

Rakyat Australia bersiap-siap menuju TPS dalam pemilihan federal Sabtu (2/7) di mana negara itu akan memutuskan apakah partai kecil akan menggantikan pemerintah yang sedang berkuasa (Foto: dok).

Keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah menciptakan kecemasan yang besar di sana, dan pemimpin politik Australia telah menempatkan keamanan ekonomi sebagai jantung kampanye pemilu mereka.

Rakyat Australia bersiap-siap menuju TPS dalam pemilihan federal Sabtu (2/7) di mana negara itu akan memutuskan apakah partai kecil akan menggantikan pemerintah yang sedang berkuasa.

Walaupun perubahan iklim, imigrasi dan pendidikan merupakan masalah utama, isu ekonomi kemungkinan besar akan menentukan siapa yang menang. Australia telah terhindar dari resesi selama 25 tahun, tapi masa depan tidak jelas setelah lonjakan pendapatan yang didorong oleh permintaan China akan bijih besi dan batubara terus memudar.

Di Sydney, pembangunan apartemen baru menjamur sejalan dengan meningkatnya jaringan transportasi. Saat sektor pertambangan menurun, Australia bergantung pada kebangkitan industri konstruksi, serta sektor manufaktur, pariwisata dan pertanian.

Tapi keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah menciptakan kecemasan yang besar di sana, dan pemimpin politik Australia telah menempatkan keamanan ekonomi sebagai jantung kampanye pemilu mereka.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan kepada para pemilih bahwa negara membutuhkan stabilitas yang mampu diberikan oleh pemerintah koalisinya yang berhaluan kanan tengah.

Tapi pemimpin Buruh yang beroposisi, Bill Shorten, menyebut perdana menteri itu adalah pemimpin yang lemah seperti PM Inggris yang baru saja dikalahkan. [as/uh]

XS
SM
MD
LG