Tautan-tautan Akses

Bank Infrastruktur Asia Setujui Pinjaman Pertama

  • Associated Press

Presiden Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) Jin Liqun dalam sebuah konferensi pers di Beijing. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)

Presiden Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) Jin Liqun dalam sebuah konferensi pers di Beijing. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)

Dewan bank tersebut itu telah menyetujui pinjaman bernilai total US$509 juta untuk proyek pembangkit listrik di Bangladesh, perbaikan tempat kumuh di Indonesia dan pembangunan jalan di Pakistan dan Tajikistan

Bank pembangunan yang dipimpin China telah menyetujui pinjaman pertama dan diperkirakan tidak akan terimbas keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, ujar presiden bank tersebut, Sabtu (24/6) pada pertemuan tahunan pertama mereka.

Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB), yang diluncurkan Januari dengan 57 pemerintahan anggota, itu telah menerima pernyataan ketertarikan menjadi anggota tambahan, menurut Jin Liqun pada konferensi pers. Ia mengatakan pengamat dari 24 negara lain menghadiri pertemuan itu.

Bank itu mencerminkan kekuatan finansial China yang tumbuh pesat dan keinginan untuk menjadi suara yang lebih keras dalam keuangan global, yang didominasi Amerika Serikat dan Eropa.

Meski ada perlawanan awal dari AS, AIIB menarik dukungan luas yang tidak diperkirakan sebelumnya dari sekutu-sekutu Amerika, termasuk Inggris, Perancis, Australia dan Korea Selatan. Washington dan Jepang telah menolak menjadi anggota.

Dewan bank tersebut Jumat lalu telah menyetujui pinjaman bernilai total US$509 juta untuk proyek pembangkit listrik di Bangladesh, perbaikan tempat kumuh di Indonesia dan pembangunan jalan di Pakistan dan Tajikistan, menurut Jin, mantan ketua dana investasi khusus China.

"Kami menerima permintaan yang cukup besar dari negara-negara peminjam," ujarnya.

Jin meyadari gejolak pasar-pasar keuangan menyusul keputusan Inggris, salah satu pemegang saham terbesar di AIIB, untuk keluar dari Uni Eropa, namun ia mengatakan bank Asia tidak akan terpengaruh.

"Keputusan ini tidak mempengaruhi pembangunan bank di masa depan," ujarnya. "Saya yakin Inggris akan terus memainkan peran penting dalam pembangunan bank ini." [hd]

XS
SM
MD
LG