Tautan-tautan Akses

Queen Minta Tim Kampanye Trump Tak Gunakan Musik Mereka


Dengan iringan lagu ''We Are the Champions'', Donald Trump memperkenalkan dan memberi dukungan bagi istrinya Melania yang menjadi pembicara utama dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, Senin malam (18/7).
Dengan iringan lagu ''We Are the Champions'', Donald Trump memperkenalkan dan memberi dukungan bagi istrinya Melania yang menjadi pembicara utama dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, Senin malam (18/7).

Kelompok musik Queen minta Donald Trump untuk berhenti menggunakan musik mereka bagi kepentingan Partai Republik. Sebelumnya banyak musisi dan kelompok musik yang menyampaikan keberatan serupa.

Di tengah kepulan asap dan iringan lagu ''We Are the Champions'', Donald Trump tampak berdiri dan kemudian berjalan menuju ke podium, memperkenalkan dan memberi dukungan bagi istrinya Melania yang menjadi pembicara utama dalam Konvensi Nasional Partai Republik Senin malam (18/7).

Lagu milik kelompok musik rock klasik Queen yang menjadi sangat terkenal pada tahun 1977 itu terdengar membahana ketika Trump memperkenalkan istrinya dan juga ketika Melania menyelesaikan pidatonya.

Queen Sampaikan Keberatan di Twitter

Hari Selasa siang (19/7) Queen menyampaikan keberatan dan memasang pesan di Twitter yang mengatakan kelompok musik itu tidak pernah mengijinkan Trump menggunakan ''We Are the Champions'' dalam Konvensi Nasional Partai Republik.

''Penggunaan lagu itu secara tanpa ijin pada Konvensi Partai Republik di luar kehendak kami," tulis Queen.

Kelompok yang dibentuk tahun 1970 di Inggris, dan beranggotakan Brian May, Roger Taylor, John Deacon dan vokalis Freddie Mercury itu bukan yang pertama yang mengajukan keberatan kepada Trump atas penggunaan lagu mereka. Sebelumnya ada Rolling Stones, Adele, Aerosmith, Neil Young dan REM yang juga menolak disangkutpautkan dengan pencalonan Trump.

The Rolling Stones, Adele & Aeroesmith Juga Sampaikan Keberatan

The Rolling Stones bahkan mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan ''tidak pernah memberi ijin kepada tim kampanye Trump untuk menggunakan lagu-lagu mereka dan meminta supaya penggunaan semua lagu itu segera dihentikan''. Tim kampanye Donald Trump telah menggunakan sejumlah lagu Rolling Stones selama kampanye mereka, yang paling sering digunakan adalah lagu terkenal tahun 1969 ''You Can't Always Get What You Want''.

Februari lalu Adele juga secara terang-terangan meminta Trump tidak menggunakan lagunya ''Rolling in the Deep'' dalam kampanyenya. Dalam pernyataannya Adele mengatakan ''tidak mengijinkan penggunakan lagunya untuk kampanye politik apapun''.

Hal serupa disampaikan Aerosmith, padahal vokalisnya – Steven Tyler – terdaftar sebagai simpatisan Partai Republik. Kuasa hukum Steven Tyler mengatakan penggunaan lagu terkenal ''Dream On'' memberi ''kesan yang salah'' seakan-akan kelompok musik itu mendukung pencalonan Donald Trump. Tyler sendiri mengatakan ini bukan isu pribadi tetapi soal copyright atau hak cipta.

Neil Young Minta Trump Berhenti Gunakan Lagu Miliknya

Ada pula Neil Young, musisi pertama yang menuntut Trump berhenti menggunakan lagu ''Rockin' in the Free World'' yang diputar ketika Trump pertama kali mengumumkan pencalonannya Juni 2015. Young kemudian secara terang-terangan menyatakan dukungan pada kandidat calon presiden Partai Demokrat Bernie Sanders.

REM Tidak Ingin Lagu & Suaranya Digunakan Tim Kampanye Trump

Pernyataan keras menolak disangkutpautkan dalam kampanye Trump juga disampaikan Michael Stripe dari kelompok musik REM. REM menolak lagu ''It's the End of the World as We Know It (And I Feel Fine)'' diputar dalam kampanye-kampanye Trump. Stripe menyatakan ''jangan gunakan musik atau suara saya untuk permainan kampanye bodoh Anda''.

Tim kampanye Donald Trump tidak pernah mengomentari pernyataan keberatan atau kecaman-kecaman ini. [em]

XS
SM
MD
LG