Tautan-tautan Akses

Puluhan Mahasiswa Thailand Ditahan Militer


Warga Thailand memberikan penghormatan terhadap patung perunggu raksasa mantan Raja Ram Khamhaeng di Taman Ratchapakdi di Hua Hin, provinsi Prachuap Khiri Khan, Thailand. (Foto: dok).

Warga Thailand memberikan penghormatan terhadap patung perunggu raksasa mantan Raja Ram Khamhaeng di Taman Ratchapakdi di Hua Hin, provinsi Prachuap Khiri Khan, Thailand. (Foto: dok).

Puluhan aktivis mahasiswa Thailand dibebaskan Senin malam (7/12) setelah organisasi-organisasi hak asasi mengecam penahanan mereka sebagai penindakan terbaru yang telah menyelubungi kerajaan itu sejak kudeta tahun lalu.

Puluhan aktivis mahasiswa Thailand yang ditangkap ketika berusaha memprotes korupsi angkatan darat telah ditahan demi keselamatan mereka sendiri, kata penguasa militer hari Selasa (8/12), ketika militer berusaha membendung skandal korupsi yang semakin besar.

Tentara dan polisi menahan 35 mahasiswa hari Senin (7/12) sebelum mereka dapat mengadakan rapat umum di luar taman jutaan dolar yang dibangun militer dengan kontrak pembangunan yang dituduh penuh dengan kasus suap dan biaya yang dibuat lebih besar daripada biaya sesungguhnya.

Hari Minggu tentara menahan gerbong kereta api yang ditumpangi aktivis mahasiswa dan menutup Taman RajaBhakti di Hua Hin dengan alasan “untuk pemeliharaan.”

Mahasiwa dibebaskan Senin malam (7/12) setelah organisasi-organisasi hak asasi mengecam penahanan mereka sebagai penindakan terbaru yang telah menyelubungi kerajaan itu sejak kudeta tahun lalu.

Tetapi, pemimpin penguasa militer Prayut Chan-O-Cha membela tindakan tentara. Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa Taman Rajabhakti ditutup karena ada orang yang menunggu untuk memukuli mereka.

Gambar-gambar televisi menunjukkan sekelompok demonstran ultra-nasionalis telah berkumpul di mana mahasiswa dihentikan oleh militer hari Senin, sebagian dari mereka meneriakkan ucapan marah dan menghina. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG