Tautan-tautan Akses

Thailand Peringati Hari Nasional Meski Raja Masih Sakit


Warga Thailand memegang lilin dan foto Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di rumah sakit Siriraj, di mana sekelompok orang berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-88, di Bangkok, Thailand, 5 Desember 2015.

Warga Thailand memegang lilin dan foto Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di rumah sakit Siriraj, di mana sekelompok orang berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-88, di Bangkok, Thailand, 5 Desember 2015.

Thailand hari Sabtu memperingati hari nasional dan ulang tahun raja Bhumipol Adulyadej, dengan berbagai acara dan upacara. Tetapi acara itu diadakan di tengah kekhawatiran akan kesehatan raja yang berusia 88 tahun itu.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha memimpin perayaan hari nasional bersama ribuan orang di taman Sanam Luang, dan memberikan penghormatan kepada raja Thailand yang sangat diagung-agungkan dan dihormati, Bhumipol Adulyadej.

Acara malam hari itu ditandai dengan penyalaan lilin dan kembang api, mengakhiri perayaan sehari penuh.

Perayaan berlangsung di seluruh Thailand, mulai dari memberikan makanan kepada biksu-biksu Buddha, sampai upacara lokal yang dihadiri para pejabat dan masyarakat.

Yang absen tahun ini adalah pidato nasional yang biasanya disampaikan oleh raja, di tengah kekhawatiran mengenai kesehatannya yang memburuk. Bhumipol merayakan ulang tahun ke-88, raja yang paling lama berkuasa di dunia yaitu selama 65 tahun.

Carl Thayer, ilmuwan politik pada Universitas New South Wales Australia, mengatakan Bhumipol telah memainkan peranan penting dalam menyatukan Thailand.

“Raja Bhumipol telah membuat kerajaan dihormati. Dia merupakan tokoh pemersatu yang dominan di Thailand. Dengan situasi seperti sekarang ini, siapapun penerusnya punya tugas besar untuk menyandang prestise seorang raja tetapi tetap dilihat sebagai kekuatan pemersatu di Thailand,” ujarnya.

Tetapi kekhawatiran tentang kesehatan Bhumipol telah meningkat dalam beberapa pekan ini setelah dia kelihatan lemah ketika muncul di depan umum pada tanggal 1 September.

Perdebatan seputar nasib kerajaan sangat dikekang oleh pemerintah Thailand, baik yang terpilih maupun pemerintah militer yang berkuasa mulai tahun lalu, berdasarkan UU Thailand yang keras, yang melarang warga menghina kerajaan. Banyak pelakunya kini menghadapi hukuman penjara yang panjang.

Dalam beberapa bulan ini, militer Thailand telah menggunakan UU itu untuk menjerat warga, termasuk bekas anggota kerajaan, militer dan polisi.

Para pendukung kerajaan mengadakan protes pekan ini setelah Duta Besar AS Glyn Davies, yang berbicara kepada wartawan asing, mengecam hukuman penjara panjang “yang belum pernah terjadi sebelumnya” yang dijatuhkan berdasarkan UU baru itu.

Tetapi terlepas dari kekhawatiran seputar kesehatan Bhumipol, tidak banyak diskusi masyarakat mengenai raja itu setelah dia menjabat.

Putera Bhumipol satu-satunya, Pangeran Maha Vajiralongkorn, 63 tahun, adalah pewaris tahta. Pemerintah berupaya memperkenalkan pangeran itu sebagai tokoh yang baik, walaupun seringkali dianggap kurang merakyat. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG