Tautan-tautan Akses

Protes Anti-Pemerintah di Turki Masuki Hari ke-5


Ribuan warga berunjuk rasa di Lapangan Taksim, Istanbul, Turki (3/6).

Ribuan warga berunjuk rasa di Lapangan Taksim, Istanbul, Turki (3/6).

Protes anti-pemerintah di Turki telah memasuki hari ke-5, dimana polisi dan demonstran bentrok di kota-kota Istanbul dan Ankara.

Sebagaimana pada hari-hari sebelumnya, polisi menggunakan gas air mata dalam upaya membubarkan kelompok-kelompok pemrotes di Istanbul, sementara demonstran menggunakan batu-bata dan bahan lain untuk membangun barikade di beberapa jalan kota. Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan ratusan cedera dalam insiden tersebut.

Konfederasi serikat buruh yang mewakili hampir 250 ribu orang mengadakan pemogokan dua hari mulai hari Selasa untuk memrotes apa yang disebutnya penindakan polisi terhadap demonstran.

Ribuan telah berpawai di Ankara dan kota-kota lain sejak Jumat, menuduh perdana menteri memaksakan pandangan Islam terhadap negara sekuler.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya sudah mulai tenang kembali, dan ia menuduh protes anti-pemerintah tersebut sebagai kemarahan atas kekalahan pemilu.

Erdogan tidak menunjukkan tanda ia bersedia kompromi, bahkan mengatakan bahwa pemrotes berjalan berdampingan dengan teroris dan mereka tidak mendapat dukungan sebagian besar warga Turki.

Presiden Turki Abdullah Gul mendesak rakyat Turki untuk tetap tenang, tetapi ia membela hak mereka memrotes.

Di Washington, jurubicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Amerika Serikat dengan sungguh-sungguh prihatin mengenai laporan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi, dan mendesak semua pihak agar menghindarkan kekerasan. Ia mengatakan hak memrotes dengan damai adalah mendasar bagi setiap negara demokrasi.
XS
SM
MD
LG