Tautan-tautan Akses

Presiden Yudhoyono: Potensi Ekonomi Indonesia Positif

  • Iris Gera

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato pembukaan pada Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Pasifik di Jakarta (12/6).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato pembukaan pada Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Pasifik di Jakarta (12/6).

Hal itu disampaikan Presiden SBY dalam pidato saat membuka Forum Ekonomi Dunia untuk Kawasan Asia Pasifik 2011 di Jakarta, Minggu,

Indonesia menargetkan mampu menduduki peringkat ke sepuluh sebagai negara yang memiliki perekonomian terbesar di dunia dalam dekade mendatang.

Dalam pidato saat membuka Forum Ekonomi Dunia untuk Kawasan Asia Pasifik 2011 di Jakarta, Minggu, Presiden Yudhoyono optimistis perekonomian Indonesia akan terus membaik.

Selain itu Presiden Yudhoyono berharap Asia mampu berada di pusat globalisasi dan berharap globalisasi berjalan didasarkan atas kerjasama dan globalisasi berjalan secara pragmatis.

Dalam isu globalisasi, Presiden Yudhonono juga menegaskan Indonesia akan berupaya mengisinya dengan baik dan maksimal. Dengan berbagai kekuatan dalam menghadapi rintangan-rintangan seperti krisis ekonomi dalam negeri dan krisis ekonomi global maka ditegaskan Presiden Yudhonono Indonesia akan mampu menjadi pemain ekonomi global.

Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa Indonesia akan tumbuh kuat meskipun diakui Presiden, Indonesia masih memiliki banyak masalah seperti kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, infrastruktur dan inefiensi birokrasi.

Selain akan mampu tumbuh hingga berada di peringkat kesepuluh ekonomi dunia, Presiden Yudhoyono juga mengingatkan Indonesia memiliki anggaran berimbang karena kebijakan fiskal yang baik, utang negara terhadap PDB semakin rendah, volume perdagangan meningkat, cadangan devisa terus bertambah serta investasi asing masuk ke Indonesia meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat Indonesia berani meluncurkan program rencana induk untuk mempercepat dan memperluas perekonomian Indonesia dalam 15 tahun mendatang.

Namun menurut pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sri Adiningsih seharusnya pemerintah tidak hanya menyampaikan optimisme untuk berada di peringkat sepuluh dunia melainkan juga memperhatikan tingkat kemakmuran masyarakat. Ia berpendapat negara besar belum tentu masyarakatnya sejahtera dan Indonesia adalah contoh negara yang berada dalam kondisi tersebut.

“Kalau potensi itu dari dulu Indonesia punya potensi, ASEAN kita paling besar eknominya dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, tapi kan dari sisi kemakmuran kita (tertinggal) jauh,” ujar Sri Adiningsih.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dijalankan bangsa Indonesia terutama melalui pemerintah agar perbaikan ekonomi Indonesia benar-benar dapat terwujud.

Sri mengatakan, “kalau kita melakukan pekerjaan rumah kita ya, terutama iklim investasi dan bisnis karena kalau pembangunan kita kualitas pertumbuhannya rendah kita akan sulit”

Dalam Forum Ekonomi Dunia untuk Kawasan Asia Pasifik 2011 di Jakarta, hari pertama dihadiri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan hari kedua akan hadir Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva.

XS
SM
MD
LG