Tautan-tautan Akses

Presiden Mesir Bela Penyerahan 2 Pulau kepada Saudi


Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi (kanan) dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi, Salman, di Istana Abdeen, Kairo (9/4).

Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi (kanan) dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi, Salman, di Istana Abdeen, Kairo (9/4).

Menurut El Sissi, pulau-pulau itu milik Saudi dan Saudi memberikan Mesir hak perwalian atas pulau-pulau itu pada tahun 1950, karena khawatir adanya invasi Israel.

Presiden Mesir Abdul Fatah el-Sissi hari Rabu (13/4) membela langkah kontroversial untuk mengalihkan dua pulau kepada Arab Saudi dan membantah agen-agen pemerintah berada di balik pembunuhan mahasiswa Italia.

El-Sissi berbicara di televisi untuk menegaskan kepada warga Mesir yang marah bahwa dia tidak mengorbankan “sebutir pasir pun.”

“Kita tidak menyerahkan hak-hak kita, tetapi kita menegakkan hak-hak pihak lain,” kata el-Sissi.

“Marilah kita tidak bicarakan masalah ini lagi. Ada parlemen yang kalian pilih dan akan memperdebatkan persetujuan ini. Parlemen yang akan meratifikasinya atau menolaknya.”

Kairo mengumumkan minggu ini mengenai rencana menyerahkan kendali atas pulau Sanafir dan Tiran di Laut Merah kepada Saudi. Menurut El Sissi, pulau-pulau itu milik Saudi dan Saudi memberikan Mesir hak perwalian atas pulau-pulau itu pada tahun 1950, karena khawatir adanya invasi Israel.

Beberapa warga Mesir menuduh el-Sissi menjual tanah Mesir sebagai imbalan untuk bantuan Saudi.

Ketika seorang anggota parlemen berusaha bertanya kepada presiden tentang masalah itu dalam konferensi pers Rabu, el-Sissi menghentikan dia dan mengatakan, “Saya tidak memberi kesempatan kepada siapapun untuk bicara.”

Siaran itu langsung dihentikan.

Sebelumnya, el Sissi mengatakan pasukan keamanan Mesir tidak terlibat dalam pelenyapan, penyiksaan, dan pembunuhan mahasiswa Italia Giulio Regini pada Januari.

Dia menuduh pembunuhan itu hasil perbuatan “orang-orang jahat di tengah-tengah kita.”

Italia telah memanggil duta besarnya karena menganggap Mesir sangat lambat dalam menyelidiki pembununah ini.

El-Sissi mengkritik liputan media terhadap kasus ini, menyebut liputannya “mengganggu” dan mengandalkan informasi dari media sosial. [jm]

XS
SM
MD
LG