Tautan-tautan Akses

Polisi Yordania Tutup Kantor Pusat Ikhwanul Muslimin di Amman

  • Edward Yeranian

Pintu masuk kantor pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Amman, Yordania setelah disegel oleh pihak berwajib, Rabu (13/4).

Pintu masuk kantor pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Amman, Yordania setelah disegel oleh pihak berwajib, Rabu (13/4).

Polisi dan pasukan keamanan Yordania secara resmi menutup kantor pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Amman, menyegel pintunya dengan lilin berwarna merah hari Rabu (13/4).

Polisi Yordania menyegel kantor pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di ibu kota, Amman hari Rabu (13/4), dengan mengatakan bahwa kepemimpinan kelompok yang berafiliasi dengan cabang Mesir yang sekarang dilarang, tidak pernah mengajukan izin untuk beroperasi. Beberapa bulan yang lalu kelompok itu pecah menjadi dua.

Para pejabat dan karyawan kelompok pro-Mesir itu diperintahkan untuk meninggalkan fasilitas itu sebelum ditutup.

Badiah Rifai, juru bicara pecahan Ikhwanul Muslimin yang menguasai kantor pusat kelompok itu mengatakan kepada wartawan di luar gedung bahwa tindakan polisi itu merupakan sebuah kejutan.

Badiah Rifai mengatakan, tindakan itu diambil tanpa peringatan terlebih dahulu dan merupakan sebuah langkah agresif oleh pemerintah yang disebutnya illegal dan tidak demokratis.

Harian Jordan Times melaporkan bahwa dua pecahan Ikhwanul Muslimin memperebutkan kontrol atas kelompok itu dan bahwa para pemimpin yang menempati kantor pusat itu tidak pernah mengajukan permohonan izin resmi untuk beroperasi. Kelompok pecahan lainnya, yang telah memisahkan diri dari cabang Ikhwanul Muslim Mesir, telah mengajukan permohonan izin operasi.

Anggota parlemen Jamil al-Nemrawi mengatakan kepada media Arab bahwa Ikhwanul Muslimin telah mengabaikan hukum selama bertahun-tahun dan tidak mau mengajukan permohonan lisensi untuk mengoreksi status hukumnya.

Nemrawi mengatakan kelompok itu menolak mematuhi undang-udang tahun 2012 yang mewajibkan kelompok itu menyatakan diri sebagai organisasi sosial, pendidikan, atau nirlaba dan tidak pernah mendapat izin untuk melakukan pemilihan. Ditambahkan, sebuah kelompok pecahan lain telah memenuhi peraturan undang-undang sehingga memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada kepemimpinan lama.

TV Qatar, Al-Jazeera, yang dianggap luas sebagai pendukung Ikhwanul Muslimin, mengatakan Yordania berusaha membungkam kepemimpinan lama kelompok itu dalam langkah yang mirip dengan yang dilakukan di Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Ikhwanul Muslimin cabang Yordania didirikan tahun 1946, 18 tahun setelah pembentukan kelompok itu di Mesir oleh pendirinya Hassan al-Banna, dan diberi izin untuk beroperasi oleh Raja Abdullah tahun 1953. [ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG