Tautan-tautan Akses

Presiden: MDG Tercapai 2015, Kemiskinan Masih Jadi Tantangan

  • Muliarta

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Pertemuan Regional dan Konsultasi Pemangku Kepentingan dalam Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Bali. (VOA/Muliarta)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Pertemuan Regional dan Konsultasi Pemangku Kepentingan dalam Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Bali. (VOA/Muliarta)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan meski target pembangunan millennium tercapai, kemiskinan akan tetap jadi tantangan pembangunan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pengentasan kemiskinan akan tetap menjadi tantangan dalam agenda pembangunan pasca 2015, meskipun nantinya Millennium Development Goals (MDGs) atau target pembangunan milenium tercapai pada 2015.

Hal tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono dalam pidato pembukaan Pertemuan Regional dan Konsultasi Pemangku Kepentingan dalam Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Nusa Dua Bali pada Kamis pagi (13/12).

Presiden mengatakan kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan multidimensi, sehingga memerlukan pendekatan komprehensif karena berkaitan dengan begitu banyak faktor, dari pertumbuhan penduduk hingga bencana alam.

Kenyataanya, kemiskinan saat ini tidak saja berada di negara-negara berpenghasilan rendah, tetapi juga di negara-negara berpenghasilan menengah, tambahnya.

“Sebuah penelitian Brookings Institute menunjukkan tahun 1990 sekitar 80 persen orang yang hidup dalam kemiskinan berada di negara-negara berpenghasilan rendah. Saat ini, jumlahnya menurun menjadi 10 persen. Namun, pada saat yang sama, sejumlah negara dihadapkan pada peningkatan kemiskinan,” ujar Presiden.

“Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 49 persen dari orang yang hidup dalam kemiskinan sekarang berada di negara-negara berpenghasilan menengah yang stabil.”

Menurut Presiden Yudhoyono, pengentasan kemiskinan harus menjadi program pembangunan berkelanjutan dengan membuka akses lapangan pekerjaan yang layak hingga memenuhi kebutuhan dasar kaum miskin.

“Ketiga, merupakan yang paling penting yakni penuhi kebutuhan dasar kaum miskin, baik gizi, nutrisi, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih, dan sanitasi. Keempat, ciptakan lingkungan yang menunjang bagi stabilitas ekonomi maupun keuangan,” ujarnya.

Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan sebagai salah satu ketua bersama pada Forum Panel Tingkat Tinggi Para Tokoh Terkemuka tentang Agenda Pembangunan Pasca 2015, Presiden Yudhoyono kini memiliki tugas untuk merumuskan tujuan dan target baru pembangunan pasca MDGs.

Salah satu usulan pemikiran yang akan disampaikan nantinya adalah target untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, ujar Kuntoro.

“Pembangunan berkelanjutan melibatkan semua pihak… memperhatikan lingkungan hidup dan memperhatikan pemerataan , sehingga pembangunan tidak hanya dinikmati oleh satu golongan tertentu saja,” tambah Kuntoro.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Asia Pasifik, Ajay Chibber, mengatakan dunia membutuhkan paradigma baru dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada, termasuk dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. Ajay yakin kawasan Asia-Pasifik yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah akan mampu menjadi pemandu ke arah masa depan yang lebih aman dan lestari bagi segenap umat manusia.
XS
SM
MD
LG