Tautan-tautan Akses

AS

Presiden AS Bisa Perintahkan Serangan Pesawat Tanpa Awak di Dalam Negeri


Jaksa Agung AS Eric Holder memberikan kesaksian di depan Komisi Kongres AS mengenai kebijakan serangan pesawat tanpa awak (6/3).

Jaksa Agung AS Eric Holder memberikan kesaksian di depan Komisi Kongres AS mengenai kebijakan serangan pesawat tanpa awak (6/3).

Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan, adalah mungkin Presiden AS dapat memerintahkan suatu serangan di dalam negeri jika terjadi serangan luar biasa.

Jaksa Agung Amerika mengatakan pemerintah sama sekali tidak “berniat” menggunakan serangan pesawat tanpa awak di dalam negeri tapi adalah mungkin untuk membayangkan sebuah “serangan luar biasa” di mana seorang presiden dapat memerintahkan suatu serangan di dalam negeri.

Jaksa Agung Eric Holder memberitahu sidang Kongres hari Rabu bahwa “ sulit baginya untuk membayangkan suatu keadaan” di mana pemerintah akan melancarkan serangan pesawat tanpa awak di dalam negeri meskipun Amerika telah banyak menggunakannya di luar negeri dalam perang melawan teroris. Ia mengatakan pemerintah punya “kemampuan untuk menggunakan kapasitas penegakan hukum Amerika” untuk menggagalkan serangan-serangan di dalam negeri.

Tapi Holder dalam sepucuk surat minggu ini kepada senator Rand Paul dari Partai Republik yang mewakili Kentucky mengakui bahwa adalah mungkin menurutnya untuk membayangkan suatu keadaan yang luar biasa di mana pemerintah bisa menggelar serangan pesawat tanpa awak di dalam negeri seperti serangan teroris lainnya terhadap Amerika seperti serangan al Qaida tahun 2001 di New York dan Washington.

Senator Paul yang sering mengkritik Presiden Barack Obama dan kebijakannya mengecam komentar Holder bahwa pemerintah “sama sekali tidak berniat” memerintahkan serangan pesawat tanpa awak di dalam negeri.

Senator Paul memberitahu Senat bahwa presiden mengatakan, ia belum pernah membunuh siapapun. Paul kemudian menambahkan bahwa presiden sama sekali tidak ada niat untuk membunuh warga Amerika tapi bisa saja melakukannya. Senator Paul mempertanyakan apakah hal itu cukup apakah puas dengan pernyataan presiden itu.
XS
SM
MD
LG