Tautan-tautan Akses

Presiden Afghanistan Kutuk Serangan Taliban


Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengutuk serangan terhadap sasaran warga sipil.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengutuk serangan terhadap sasaran warga sipil.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan mematikan terhadap warga sipil oleh Taliban dalam pernyataan hari Minggu (14/12).

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani hari Minggu (14/12) mengutuk serangan mematikan oleh Taliban baru-baru ini dan menyebut serangan terhadap warga sipil dan target-target militer itu sebagai “tindakan yang tidak Islami”.

Ghani menyerukan kepada seluruh pemimpin politik, sosial dan keagamaan di Afghanistan untuk mengutuk aksi kekerasan tersebut.

“Cukup sudah dan tidak bisa lagi ditolerir!” – seru Presiden Ashraf Ghani dalam pidatonya hari Minggu di sebuah sekolah setempat. “Tindakan ini tidak Islami dan tidak manusiawi”, tambahnya.

Pada satu kesempatan dalam pidato itu, Ghani bahkan meneriakkan kata “cukup – jangan ada lagi aksi kekerasan”.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, Afghanistan menghadapi gelombang bom bunuh diri – 12 serangan terjadi di Kabul dalam satu bulan terakhir ini saja – juga serangan ala pasukan komando oleh para pemberontak Islamis yang ingin merebut wilayah tertentu dan menyebarkan rasa ketidakpastian sewaktu sebagian besar pasukan asing ditarik mundur dari Afghanistan setelah 13 tahun.

Beberapa serangan menarget warga asing di ibukota itu. Dua tempat penginapan tamu yang biasa dihuni warga asing menjadi target serangan dalam waktu beberapa hari saja bulan November lalu.

Dan hari Kamis (11/12) terjadi ledakan bom bunuh diri pusat kebudayaan Perancis yang dijaga tentara di pusat kota Kabul, menewaskan seorang warga Jerman yang sedang menghadiri pertunjukan untuk mengutuk serangan-serangan bom bunuh diri.

XS
SM
MD
LG