Tautan-tautan Akses

Polisi Malaysia Tuding Pembicara Demo Oposisi Hasut Pemberontakan


Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim berpidato dalam demonstrasi memrotes hasil pemilu di stadion Kelana Jaya, Rabu (8/5).

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim berpidato dalam demonstrasi memrotes hasil pemilu di stadion Kelana Jaya, Rabu (8/5).

Polisi Malaysia akan mengajukan tuduhan menghasut pemberontakan kepada para pembicara dalam demonstrasi oposisi hari Rabu (8/5).

Polisi Malaysia mengancam akan mengajukan tuduhan menghasut pemberontakan kepada para pembicara dalam demonstrasi oposisi besar-besaran dan tanpa izin yang menentang hasil pemilu negara itu.

Puluhan ribu warga Malaysia menghadiri protes hari Rabu, yang diorganisasi pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Polisi telah mengancam akan menangkap siapa saja yang hadir dalam pertemuan di luar Kuala Lumpur itu, yang menurut mereka ilegal.

Datuk Tun Hisan Tun Hamzah, kepala polisi di mana demonstrasi berlangsung, mengatakan, Kamis, bahwa 28 dari 33 pemimpin oposisi yang hadir menyampaikan pidato yang menghasut pemberontakan berdasar UU Anti-Subversif.

Ia juga mengatakan, penyelenggara secara terang-terangan tidak mematuhi Undang-undang Berkumpul Secara Damai, yang mengharuskan mereka melapor 10 hari sebelum demonstrasi dilangsungkan.

Kebanyakan demonstran mengenakan kaus warna hitam bertuliskan 050513 yang merujuk pada tanggal pemilu yang dimenangkan koalisi PM Najib Razak. Anwar mengatakan, demonstrasi itu adalah awal dari gerakan mempertanyakan hasil pemilu dan merombak sistem pemilu Malaysia.

Hasil akhir pemilu hari Minggu menunjukkan, koalisi Barisan Nasional memperoleh mayoritas besar kursi, meskipun kalah dalam perolehan suara rakyat untuk pertama kalinya dalam 44 tahun.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG