Tautan-tautan Akses

Kepolisian Malaysia Nyatakan Protes Oposisi Ilegal


Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail meninggalkan TPS pasca memilih dalam pemilu nasional Malaysia di Permatang Pauh, Malaysia (5/5). Kepolisian Malaysia mengancam akan menangkap orang-orang yang ikut aksi demo tanpa izin untuk memprotes hasil pemilu.

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail meninggalkan TPS pasca memilih dalam pemilu nasional Malaysia di Permatang Pauh, Malaysia (5/5). Kepolisian Malaysia mengancam akan menangkap orang-orang yang ikut aksi demo tanpa izin untuk memprotes hasil pemilu.

Kepolisian Malaysia mengancam akan menangkap warga yang ikut serta dalam aksi demo tanpa izin untuk memrotes hasil pemilu yang menurut oposisi dinodai oleh kecurangan besar-besaran.

Kepala Kepolisian Nasional Ismail Omar mengatakan protes yang akan diadakan Rabu petang adalah ilegal karena pemimpinnya, tokoh oposisi Anwar Ibrahim, tidak meminta izin dari pemerintah untuk melaksanakan aksi tersebut.

Undang-Undang Berkumpul dengan Damai Malaysia mengatur protes dan rapat umum, dan mengharuskan penyelenggara mendapat izin terlebih dahulu untuk rapat umum. Anwar, seorang bekas wakil perdana menteri, telah mengatakan undang-undang itu adalah serangan yang tidak demokratis terhadap kebebasan berbicara.

Anwar telah menganjurkan warga Malaysia agar mengenakan pakaian hitam ke protes itu, yang akan diadakan di stadion olah raga di Kuala Lumpur. Ia mengatakan ini adalah permulaan dari “gerakan yang gigih” untuk menggugat pemilu tersebut dan mereformasi tata pemilu Malaysia.

Hasil terakhir pemilu hari Minggu lalu menunjukkan koalisi Barisan Nasional yang sudah lama berkuasa merebut mayoritas kursi walaupun kalah dalam perolehan suara rakyat kepada koalisi oposisi, Pakatan Rakyat, yang dipimpin oleh Anwar.

Tian Chua, wakil ketua partai oposisi, Partai Keadilan Rakyat, mengatakan ia menolak pernyataan bahwa protes hari Rabu itu ilegal.
XS
SM
MD
LG