Tautan-tautan Akses

PM Terpilih Modi Berjanji Angkat Kaum Miskin India


Ketua partai Bharatiya Janata (BJP) Narendra Modi memberikan pidato di New Delhi hari Selasa (20/5).

Ketua partai Bharatiya Janata (BJP) Narendra Modi memberikan pidato di New Delhi hari Selasa (20/5).

Perdana Menteri terpilih India, Narenda Modi Selasa (20/5) mengatakan akan berusaha memenuhi harapan rakyat biasa di India.

Dengan menahan tangis haru, perdana menteri terpilih India Narendra Modi hari Selasa mengatakan akan bekerja memenuhi harapan rakyat kebanyakan, sewaktu bersiap diambil sumpahnya tanggal 26 Mei mendatang.

Partai Bharatiya Janata pimpinan Narendra Modi memenangkan pemilu nasional secara telak, meraih mayoritas kursi di parlemen untuk pertama kali dalam sejarah India. Partai Kongres yang telah memerintah India selama sepuluh tahun terakhir, mengalami kekalahan luar biasa dengan hanya meraih 50 dari 543 kursi di majelis rendah parlemen.

Presiden India Pranab Mukherjee mengajak Modi untuk membentuk pemerintah.

Dalam pidato yang emosional di hadapan parlemen, Narendra Modi berterima kasih kepada para pendukungnya dan bersumpah akan mengangkat kaum miskin. Ia mengatakan kemenangan ini merupakan bukti bagi demokrasi India bahwa seorang anak penjual teh yang miskin bisa berdiri di hadapan parlemen sebagai perdana menteri India berikutnya.

Narendra Modi yang berusia 63 tahun telah menjadi gubernur di Gujarat selama 13 tahun dan dipuji karena berhasil menjadikan negara bagian di barat India itu sebagai lokomotif ekonomi, dengan memberantas korupsi, menarik investasi dan membangun infrastruktur. Banyak pemilih mengatakan mereka berharap Modi akan menerapkan transisi serupa di tingkat nasional.

Namun demikian Modi juga dituduh tidak melakukan apapun untuk menghentikan kerusuhan sektarian yang mematikan di Gujarat tahun 2002, di mana lebih dari seribu orang – umumnya warga Muslim – tewas. Mahkamah Agung memutuskan bahwa Modi tidak terlibat tetapi beberapa negara memasukkan nama Modi dalam daftar hitam mereka. Amerika menolak visa bagi Modi pada tahun 2005. Tetapi segera setelah hasil pemilu diumumkan tanggal 16 Mei lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki mengatakan sebagai kepala negara, Modi berhak mendapatkan visa A1.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Selasa juga mengeluarkan pernyataan, memberikan ucapan selamat kepada Partai Bharatiya Janata dan Modi atas hasil kemenangan yang gemilang itu. Kerry mengatakan Amerika siap bekerjasama erat dengan Modi dan pemerintah baru India guna “mendorong kemakmuran dan memperkuat keamanan bersama”.

Kerry menambahkan “persahabatan antara negara dengan demokrasi tertua di dunia dan negara dengan negara dengan demokrasi terbesar di dunia itu sangat penting”. Kerry mengatakan ia ingin kembali ke India dan mengulangi undangan Presiden Barack Obama kepada Modi untuk berkunjung ke Amerika begitu ada waktu.
XS
SM
MD
LG