Tautan-tautan Akses

India Akan Lantik Perdana Menteri Baru 26 Mei


Pemimpin partai Hindu Nasionalis Bharatiya Janata (BJP) dan PM Terpilih India, Narendra Modi memperlihatkan surat undangan dari Presiden untuk membentuk Pemerintahan Baru kepada para wartawan, di luar Istana Presiden India di New Delhi (20/5).

Pemimpin partai Hindu Nasionalis Bharatiya Janata (BJP) dan PM Terpilih India, Narendra Modi memperlihatkan surat undangan dari Presiden untuk membentuk Pemerintahan Baru kepada para wartawan, di luar Istana Presiden India di New Delhi (20/5).

Partai Bharatiya Janata pimpinan Narenda Modi menang besar dalam pemilu nasional, dengan merebut mayoritas di parlemen untuk pertama kalinya dalam sejarah India.

Perdana menteri terpilih India dengan bersusah payah menahan air matanya, Selasa (20/5) mengatakan ia akan bekerja untuk memenuhi harapan rakyat biasa. Narendra Modi bersiap-siap diambil sumpah jabatannya pada 26 Mei.

Partai Bharatiya Janata pimpinan Narenda Modi menang besar dalam pemilu nasional, dengan merebut mayoritas di parlemen untuk pertama kalinya dalam sejarah India.

Partai Kongres, yang memimpin India selama satu dekade ini, kalah telak, meraih kurang dari 50 kursi di majelis rendah parlemen yang beranggotakan 543 orang. Presiden India Pranab Mukherjee Selasa mengundang Modi untuk membentuk pemerintahan.

Dalam pidatonya yang emosional di parlemen, Modi berterima kasih kepada para pendukungnya dan berjanji akan mengangkat kaum miskin. Ia mengatakan ini merupakan pesan bagi demokrasi India bahwa putera seorang penjual teh miskin mampu berdiri di parlemen sebagai perdana menteri mendatang.

Modi yang berusia 63 tahun itu menjabat sebagai menteri kepala Gujarat selama 13 tahun, dan telah dipuji karena mengubah negara bagian itu menjadi kekuatan ekonomi besar dengan memberantas korupsi, menarik investasi dan membangun infrastruktur. Banyak pemilih menyatakan berharap Modi akan menerapkan transisi serupa di tingkat nasional.

Modi juga dituduh tidak melakukan apapun untuk menghentikan kerusuhan sektarian yang melanda Gujarat tahun 2002, di mana lebih dari seribu orang tewas, kebanyakan Muslim. Mahkamah Agung telah menyatakan ia bebas dari tuduhan keterlibatan apapun dalam kerusuhan itu.
XS
SM
MD
LG