Tautan-tautan Akses

PM Erdogan Tunjuk Panglima Angkatan Bersenjata Turki Baru


Jenderal Necdet Ozel, komandan polisi paramiliter Turki, ditunjuk menjadi Panglima Angkatan Bersenjata hari Sabtu (30/7).

Jenderal Necdet Ozel, komandan polisi paramiliter Turki, ditunjuk menjadi Panglima Angkatan Bersenjata hari Sabtu (30/7).

Kepala polisi paramiliter, Jenderal Necdet Ozel telah ditunjuk sebagai Panglima angkatan bersenjata baru menggantikan Jenderal Isik Kosaner yang mengundurkan diri.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan telah menunjuk kepala polisi paramiliter, Jenderal Necdet Ozel, sebagai panglima angkatan bersenjata Turki yang baru. Tindakan itu dilakukan setelah panglima angkatan bersenjata dan seluruh komandan militer ke-3 angkatan Turki mengundurkan diri hari Jumat, di tengah meningkatnya ketegangan antara militer yang sekuler dan pemerintah yang berakar Islam itu.

Penunjukan Necdet Ozel sebagai panglima angkatan bersenjata datang hanya beberapa jam setelah pengunduran diri massal pimpinan militer Turki. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Abdullah Gul bergerak cepat untuk meredakan krisis di tubuh militer.

Hari Jumat, media lokal Turki Jumat mengatakan, kepala angkatan bersenjata, Jenderal Isik Kosaner, dan para komandan angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara telah mengajukan pengunduran diri mereka kepada pemerintah.

Media melaporkan Kosaner minta mengundurkan diri karena dia merasa perlu melakukannya. Pengunduran diri itu terjadi setelah Kosaner bertemu dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Abdullah Gul untuk membicarakan kenaikan pangkat staf militer pada pertemuan Dewan Militer Tertinggi pekan depan.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers hari Sabtu, Presiden Gul mengesampingkan masalah pengunduran diri tersebut.

Presiden Gul mengatakan kepada wartawan pengunduran diri massal itu tidak bisa dilihat sebagai sebuah krisis di Turki. Dia mengatakan perkembangan hari Jumat sangat luar biasa dalam ruang lingkup, tetapi segala sesuatu bisa dikendalikan. Dia mengatakan tidak ada kekuasaan vakum di tubuh militer.

Sebelumnya, PM Erdogan dilaporkan telah memberikan isyarat dia akan menghalangi promosi bagi para perwira yang dia yakin adalah bagian dari persekongkolan untuk menggulingkan pemerintah.

Pihak berwenang Turki telah menahan lebih dari 300 orang sebagai bagian dari investigasi luas terhadap persekongkolan untuk merongrong pemerintah. Sekitar 200 perwira militer yang aktif dan yang sudah pensiun, termasuk 30 jenderal, telah dituduh dalam penyelidikan itu. Kebanyakan perwira yang telah dituduh itu ditahan di penjara.


XS
SM
MD
LG