Tautan-tautan Akses

AS

Pentagon: Pengetatan Anggaran Ganggu Kesiapan Militer AS


Asisten Komandan Korps Marinir, Jenderal John Paxton memberikan kesaksian di depan komite Senat AS (foto: dok).

Asisten Komandan Korps Marinir, Jenderal John Paxton memberikan kesaksian di depan komite Senat AS (foto: dok).

Asisten Komandan Korps Marinir Jenderal John Paxton Selasa (15/3) mengatakan bahwa Korps Marinir AS tidak lagi berada dalam kondisi yang sehat sesuai kesiapan yang dibutuhkan saat ini.

Sejumlah pejabat tinggi dari empat cabang utama militer Amerika mengatakan pengetatan anggaran pertahanan telah menggangu kemampuan mereka untuk memulihkan kekuatan setelah terlibat dua perang, memenuhi tuntutan saat ini dan memastikan kesiapan militer bagi konflik di masa depan.

"Kami memanfaatkan kekuatan tambahan secepat membangunnya,” ujar Wakil Kepala Angkatan Darat, Jenderal Daniel Allyn dalam kesaksian di hadapan Sub Komite Angkatan Bersenjata Senat hari Selasa (15/3).

“Perang berkelanjutan selama 25 tahun, ditambah dengan tidak stabilnya anggaran dan anggaran yang lebih rendah dari perkiraan telah membuat Angkatan Udara Amerika menjadi unit terkecil, paling tua dan paling tidak siap dalam sejarah kita,”, ujar Wakil Kepala Angkatan Udara Jenderal David Goldfein.

“Kesenjangan antara militer yang kita butuhkan dan militer yang kita miliki telah meningkat”, ujar senator fraksi Republik Kelly Ayotte.

“Anggaran pertahanan kita harus didasarkan pada kepentingan keamanan nasional dan ancaman yang dihadapi, bukan anggaran dengan jumlah maksimum yang dibatasi," tambahnya.

Pengeluaran militer Amerika turun dari hampir 700 milyar dolar tahun 2010 menjadi 560 milyar dolar tahun 2015, dan diperkirakan tidak akan melebihi 600 milyar dolar menjelang akhir dasawarsa ini.

Pengeluaran pertahanan sudah menurun seiring berakhirnya perang di Irak dan Afghanistan, dan dipangkas lebih jauh dengan pemotongan anggaran otomatis – yang dikenal sebagai sekuester – mulai awal tahun 2011.

“Perang berkelanjutan selama 14 tahun dan Budget Control Act tahun 2011 telah membuat negara ini memiliki tantangan kesiapan yang unik”, ujar senator fraksi Demokrat Tim Kaine. “Banyak yang telah terjadi sejak tahun 2011, sebelum ada Ebola, Zika, serangan dunia maya Korea Utara, ISIS, aneksasi Rusia terhadap Ukraina. Dunia telah mengalami perubahan secara dramatis, dan kita masih hidup di bawah anggaran sangat ketat.

RUU anggaran bipartisan tahun lalu memberi pengecualian dua tahun dari proses sequester. Tetapi tekanan-tekanan yang dialami militer masih berlanjut, demikian menurut para wakil kepala militer itu.

‘’Angkatan Laut masih menunda perbaikan dan peningkatan sebagian besar infrastruktur yang dibutuhkan’’, ujar Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut Laksmana Michelle Howard. ‘’Kami juga masih mengejar ketertinggalan dalam sepuluh tahun ini, tetapi lebih lambat daripada yang kami inginkan dan terus menimbulkan resiko pada infrastruktur pantai’’.

‘’Korps Marinir tidak lagi berada dalam kondisi yang sehat sesuai kesiapan yang dibutuhkan saat ini’’, ujar Asisten Komandan Korps Marinir Jenderal John Paxton.

"Kami terpaksa memilih-milih apa yang harus diprioritaskan, dan kami terpaksa menggadaikan kesiapan di masa depan demi menghadapi kebutuhan saat ini,” ujar Paxton lebih lanjut.

Pengetatan anggaran tampaknya akan berlanjut kecuali jika anggota-anggota Kongres berhasil mengatasi tantangan-tantangan fiskal Amerika, ujar Kaine. “Kita tidak bisa mengatakan bahwa defisit anggaran tidak menimbulkan masalah, karena memang bermasalah,” ujar Senator itu.

“Sebagai seorang senator, saya benar-benar berharap bisa memberikan suara dalam rancangan reformasi UU perpajakan, supaya kita bisa menghentikan sequester ini sama sekali. [em/ii]

XS
SM
MD
LG