Tautan-tautan Akses

Pendiri WikiLeaks Tuduh AS Tekan Kebebasan Pers


Pendiri WikiLeaks Julian Assange, muncul di muka umum pertama kalinya dalam waktu dua bulan, dan berbicara dari balkon kedutaan Ekuador di London (19/8).

Pendiri WikiLeaks Julian Assange, muncul di muka umum pertama kalinya dalam waktu dua bulan, dan berbicara dari balkon kedutaan Ekuador di London (19/8).

Pendiri WikiLeaks Julian Assange, yang membocorkan ratusan ribu kawat-kawat rahasia pemerintah AS, berbicara di muka umum dari balkon kedutaan Ekuador di London hari Minggu (19/8).

Pendiri situs WikiLeaks Julian Assange menuduh Amerika melancarkan upaya mencari kambing hitam, ketika ia muncul di muka umum pertama kalinya dalam waktu dua bulan sejak ia berlindung di kedutaan Ekuador di London.

Aktivis WikiLeaks yang telah membocorkan ratusan ribu kawat-kawat rahasia pemerintah Amerika itu, berbicara dari balkon kedutaan Ekuador di London.

Pengacara Baltasar Garzon mengatakan Assange, warga Australia itu bertekad untuk memperjuangkan supaya hak-haknya dan hak WikiLeaks untuk beroperasi dihormati.

Hari Kamis Presiden Ekuador Rafael Correa memberikan suaka politik kepada Assange, untuk mencegah Amerika mengusut Assange atas tuduhan pembocoran dokumen rahasia Amerika. Pemerintah Amerika marah karena WikiLeaks memasang ratusan ribu dokumen rahasia Amerika dalam situs WikiLeaks tahun 2010.

Assange menuduh Amerika telah menciptakan dunia yang berbahaya dan menekan kebebasan pers. Kalau WikiLeaks terus mendapat ancaman, katanya, itu berarti kebebasan menyatakan pendapat dan hak semua masyarakat dunia juga terancam.

Assange minta perlindungan di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, karena para pejabat di sana ingin menanyai nya tentang tuduhan melakukan pelanggaran seks.

Kalau Assange keluar dari kedutaan Ekuador, ia kemungkinan akan segera ditangkap oleh polisi Inggris yang telah mengepung kedutaan itu.
XS
SM
MD
LG