Tautan-tautan Akses

OAS Bahas Sengketa Ekuador-Inggris soal Pendiri WikiLeaks


Para pengunjuk rasa di luar kedutaan Ekuador di London mendukung pemberian suaka bagi pendiri WikiLeaks, Julian Assange (16/8).

Para pengunjuk rasa di luar kedutaan Ekuador di London mendukung pemberian suaka bagi pendiri WikiLeaks, Julian Assange (16/8).

Hari Kamis (16/8), organisasi negara-negara benua Amerika (OAS) mengadakan rapat darurat membahs sengketa diplomatik antara Ekuador dengan Inggris.

Organisasi Negara-Negara Benua Amerika, OAS, mengadakan rapat darurat hari Kamis untuk membicarakan sengketa Ekuador dengan Inggris, setelah Ekuador memutuskan untuk memberi suaka kepada pendiri WikiLeaks Julian Assange.

Dutabesar Ekuador Maria Isabel Salvador mengatakan kepada para anggota OAS di Washington bahwa ancaman Inggris untuk memasuki kedutaan Ekuador di London untuk menangkap Assange adalah tindakan bermusuhan dan bahwa tindakan demikian melanggar hukum internasional.

Seorang jurubicara misi peninjau Inggris di OAS membantah bahwa London melanggar hukum dalam kasus Assange. Jurubicara itu mengatakan Inggris diwajibkan oleh hukum internasional untuk mengekstradisi Assange ke Swedia untuk diinterogasi sehubungan dengan tuduhan perkosaan yang dibantah oleh Assange. Ia juga mengatakan Inggris telah berkali-kali menjelaskan sikapnya kepada Quito dan masih berharap untuk menemukan solusi diplomatik.

Assange telah dilindungi dalam misi diplomatik Ekuador sejak Juni. Pendiri WikiLeaks itu berlindung disana hampir dua bulan lalu setelah kalah dalam usaha hukum untuk melawan ekstradisi ke Swedia.

Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino mengumumkan keputusan itu di Quito, dengan alasan keamanan pribadi Assange menghadapi risiko. Ia mengatakan Assange tidak akan mendapat peradilan yang adil, kalau ia kelak diekstradisi ke Amerika Serikat.

Setelah keputusan itu, pemerintah Swedia mengatakan tidaklah dapat diterima bahwa Ekuador sedang berusaha menghentikan proses peradilan Swedia.
XS
SM
MD
LG