Tautan-tautan Akses

Pemulung dan Daur Ulang di Jakarta


Pemulung di Jakarta mengumpulkan sampah yang masih berharga untuk dijual kembali. (Foto: Dok)

Pemulung di Jakarta mengumpulkan sampah yang masih berharga untuk dijual kembali. (Foto: Dok)

Jakarta menghasilkan 6.500 ton sampah tiap hari, tapi berbeda dengan kota-kota besar lainnya, ibukota kita ini belum memiliki sistem daur ulang yang resmi dan terencana baik.

Tiap hari, siang dan malam, puluhan laki-laki dan perempuan tampak membongkar timbunan sampah untuk mencari botol-botol plastik bekas dan mengumpulkannya dalam kantong-kantong besar.

Para pemulung itu kemudian menjual plastik bekas tadi ke perusahaan-perusahaan yang mendaur ulangnya. Jakarta menghasilkan 6.500 ton sampah tiap hari, tapi berbeda dengan kota-kota besar lainnya, ibukota kita ini belum memiliki sistem daur ulang yang resmi dan terencana baik.

Kebanyakan rumah tangga membayar truk sampah untuk memungut sampah mereka, tapi banyak penduduk yang membuang sampah di jalan-jalan atau di lapangan terbuka.

Sebagian besar sampah itu akhirnya ditumpuk di bukit-bukit sampah di luar Jakarta atau menyumbat sungai dan saluran air.

Indonesia adalah sumber plastik bekas nomor dua yang mengotori lautan setelah China, menurut hasil studi yang diadakan tahun lalu oleh Universitas Georgia di Amerika.

Jumlah sampah yang sangat banyak yang dihasilkan penduduk Jakarta juga membuat kota itu rentan terkena banjir pada musim hujan, karena sampah-sampah itu menyumbat saluran-saluran pembuangan air.

Tapi keadaannya di beberapa bagian kota sudah mulai agak baik, karena para pejabat setempat telah meningkatkan usaha pembersihan sungai dan saluran-saluran air yang utama dalam beberapa tahun belakangan ini. [isa/sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG