Tautan-tautan Akses

Pemilu di Kanada Dicemari Kekerasan, Seorang Tewas


Pemimpin Parti Quebecois, Pauline Marois (tengah) memberikan pidato setelah memenangkan pemilu di negara bagian Quebec (4/9).

Pemimpin Parti Quebecois, Pauline Marois (tengah) memberikan pidato setelah memenangkan pemilu di negara bagian Quebec (4/9).

Penembakan maut mencemari malam pesta kemenangan sesuai pemilu di Quebec, Kanada, negara di mana kekerasan politik jarang terjadi.

Polisi mengatakan satu orang tewas dan satu lagi luka parah setelah seorang lelaki bersenjata melepaskan tembakan, Selasa, sewaktu Pauline Marois menyampaikan pidato kemenangan. Pemimpin partai separatis Parti Quebecois akan menjadi perdana menteri perempuan pertama Quebec. Pihak berwenang telah menangkap tersangka penembak.

Alasan penembakan belum jelas, tetapi polisi mengatakan lelaki itu berteriak “Inggris bangkit” sewaktu ia ditangkap. Para penyidik juga menyatakan bahwa tersangka penembak membakar bagian belakang gedung sebelum ia ditahan.

Marois bergegas diturunkan dari podium oleh para pengawalnya, tetapi ia kemudian kembali untuk menyelesaikan pidatonya.

Parti Quebecois mengalahkan partai Liberal, yang memerintah di provinsi Quebec yang berbahasa Perancis selama sembilan tahun. Partai separatis itu berkampanye mengenai apa yang disebutnya kesalahan Liberal menangani ekonomi, dugaan korupsi, dan melonjaknya uang kuliah yang menyebabkan protes mahasiswa disertai kekerasan sebelumnya tahun ini.

Banyak warga Kanada yang berbahasa Perancis di Quebec ingin memisahkan diri dari Kanada, di mana mayoritas warga Kanada berbahasa Inggris.

Pada tahun 1970, kekerasan politik mengguncang Quebec. Satu kelompok militan separatis menculik dan membunuh menteri tenaga kerja pada masa yang kemudian dikenal sebagai Krisis Oktober.
XS
SM
MD
LG