Tautan-tautan Akses

PBB Serahkan Surat-Surat Suara kepada Komisi Referendum di Sudan Selatan


Eamon Omordha (kanan) Wakil Direktur urusan Referendum PBB menyerahkan surat suara referendum kepada Chan Reec Madut, ketua referendum Sudan Selatan (kiri), Kamis.
Eamon Omordha (kanan) Wakil Direktur urusan Referendum PBB menyerahkan surat suara referendum kepada Chan Reec Madut, ketua referendum Sudan Selatan (kiri), Kamis.

Lebih dari tujuh juta surat suara tiba di ibukota Susan Selatan, Juba, jauh lebih banyak dari sekitar 3,5 juta pemilih yang terdaftar di Sudan selatan.

Surat-surat suara untuk referendum bulan Januari bagi kemerdekaan Sudan selatan telah tiba di Sudan. PBB menyerahkannya kepada komisi referendum dalam upacara di ibukota Sudan selatan, memulai persiapan tahap akhir pemungutan suara tersebut.

Direktur Divisi Pemilu dan Referendum Terpadu PBB Dennis Kadima memperlihatkan surat-surat suara untuk referendum bulan Januari. Ia mengatakan ini merupakan langkah terakhir dalam memastikan referendum yang tepat waktu.
"Sekarang kita bisa memastikan bahwa referendum tersebut akan diadakan pada tanggal 9 Januari 2011,” kata Kadima.

Lebih dari tujuh juta surat suara tiba di Juba, jauh lebih banyak dari sekitar 3,5 juta pemilih yang terdaftar di Sudan selatan. Kini, surat-surat suara itu akan didistribusikan kepada lebih dari 2.600 tempat pemungutan suara oleh Program Pembangunan PBB.

Pemungutan suara tanggal 9 Januari adalah inti kesepakatan damai tahun 2005 antara mayoritas Kristen dan penganut animisme di selatan dan mayoritas Muslim di utara. Perjanjian tersebut mengakhiri perang sipil selama 21 tahun yang menewaskan sekitar dua juta jiwa dan lebih dari empat juta orang terpaksa mengungsi.

Aktivis di Sudan selatan melakukan unjuk rasa mendukung pemisahan Sudan selatan dari utara.
Aktivis di Sudan selatan melakukan unjuk rasa mendukung pemisahan Sudan selatan dari utara.

Persiapan referendum kemerdekaan mengalami penundaan dan terkendala manuver politik sejak perjanjian damai itu ditandatangani. Pemungutan suara yang tepat waktu diragukan banyak pihak. Seperti halnya persiapan, kedatangan surat-surat suara yang tepat waktu juga tidak pasti.

Ketua komisi referendum di Sudan selatan, Chan Reec Madut, mengatakan adalah keajaiban jika referendum itu bisa diadakan tepat waktu. Chan mengatakan, "Sebagian orang mengatakan kepada kami hal itu tidak mungkin terjadi. Tapi kini tampaknya ada campur tangan dari yang Kuasa."

Surat-surat suara dicetak di Inggris, dan pengiriman terkendala cuaca buruk. Sebelumnya, belum jelas kapan surat-surat suara itu akan tiba, tetapi PBB menyewa pesawat untuk membantu mempercepat pengiriman itu.

Momentum untuk mengadakan referendum yang tepat waktu sekarang tampaknya tak terbendung. Proses pendaftaran telah diluluskan oleh PBB, Carter Center dan para pengamat lokal.

Distribusi di Sudan selatan yang jalan-jalannya biasanya sulit dilalui sekarang jauh lebih mudah daripada sebelum pendaftaran karena musim hujan telah berakhir. Pemungutan suara tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 sampai 15 Januari dan hasilnya diperkirakan akan keluar paling lambat awal Februari.

XS
SM
MD
LG