Tautan-tautan Akses

Paus Benediktus Kecam Serangan pada Hari Natal di Nigeria

  • Sabina Castelfranco

Seorang tentara Nigeria berjalan di dekat mobil yang hancur akibat ledakan bom di dekat gereja Katolik Santa Theresa di Madalla, pinggiran ibukota Abuja (25/12).

Seorang tentara Nigeria berjalan di dekat mobil yang hancur akibat ledakan bom di dekat gereja Katolik Santa Theresa di Madalla, pinggiran ibukota Abuja (25/12).

Paus Benediktus mengecam sejumlah serangan pada hari Natal di Nigeria dan menyebutnya tindakan bodoh. Militan radikal Islamis, Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Selama dua tahun berturut-turut, kelompok ekstremis Boko Haram telah melancarkan serangan atas gereja-gereja Kristen di Nigeria. Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas tiga pengeboman gereja pada hari Natal.

Pasukan keamanan Nigeria juga menuduh kelompok itu melakukan dua ledakan lain di Nigeria utara.

Berbicara dari jendela apartemennya yang menghadap lapangan Santo Petrus hari Senin, Paus Benediktus mengecam pengeboman yang menewaskan puluhan orang itu.

Paus Benediktus mengatakan sangat sedih mendengar serangan-serangan itu , yang terjadi tahun ini pada hari lahir Yesus dan menyebabkan kedukaan yang menyakitkan pada beberapa gereja Nigeria. Paus Benediktus menyampaikan simpatinya kepada masyarakat Kristen dan mereka yang terimbas tindakan bodoh itu.

Gereja Katolik Santa Theresa di Madala, sebuah kota satelit sekitar 40 kilometer dari ibukota, Abuja, penuh sesak ketika ledakan pertama terjadi di luar tempat misa Natal.

Beberapa jam kemudian ledakan-ledakan dilaporkan terjadi di Gereja Mountain of Fire dan Miracle di pusat kota Jos yang penduduknya beragam etnis dan agama dan di sebuah gereja di Gadaka, negara bagian utara Yobe.

Paus Benediktus meminta semua orang memanjatkan doa bagi para korban itu.

Ia mengatakan kekerasan hanya mengarah pada kesakitan, kehancuran dan kematian. Ia mengatakan rasa hormat, rekonsiliasi dan kasih adalah jalan damai.

Gedung Putih juga mengecam kekerasan dan hilangnya nyawa secara tragis. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam serangan-serangan itu dan menyampaikan belasungkawa pada rakyat Nigeria dan keluarga korban.

Kekhawatiran meningkat di Nigeria bahwa Boko Haram sedang berupaya memicu perang saudara sektarian di negara yang penduduknya terbagi rata antara Kristen dan Islam itu. Kedua agama di sebagian besar wilayah hidup berdampingan dengan damai, tapi kota Jos khususnya mengalami serangkaian kekerasan antar agama yang telah menewaskan ribuan orang.

Boko Haram ingin menegakkan hukum Shariah di seluruh pelosok negara yang terpadat di Afrika itu. Pihak berwenang menuduh kelompok itu melakukan serangkaian penembakan dan pengeboman yang telah menewaskan ratusan warga Nigeria tahun ini, sebagian besar di timur laut negara itu.

XS
SM
MD
LG