Tautan-tautan Akses

Pasukan Suriah Tembakkan Artileri dan Blokir Bantuan bagi Kubu Pemberontak


Gempuran artileri pasukan Suriah mempersulit pemberian bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terkepung di kota Homs.
Gempuran artileri pasukan Suriah mempersulit pemberian bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terkepung di kota Homs.

Pasukan Suriah berusaha mencegah pekerja Palang Merah menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terperangkap di distrik Baba Amr, kota Homs.

Pasukan Suriah menembakkan artileri ke beberapa distrik di Homs Sabtu di mana penguasa masih terus berusaha mencegah pekerja Palang Merah menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk mereka yang terperangkap di distrik Baba Amr.

Aktivis dan petugas medis mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad menembak mortir ke arah paling sedikit empat daerah perumahan di Homs Sabtu, termasuk Baba Amr dimana pemberontak dan warga dikepung oleh pasukan pemerintah selama hampir sebulan.

Palang Merah mengatakan penguasa Suriah terus memblokir konvoi Palang Merah yang terdiri dari 7 truk bermuatan suplai medis dan makanan untuk Baba Amr, dimana aktivis mengatakan situasi kemanusiaan sangat genting. Palang Merah mengatakan pemerintah pada awalnya memberi ijin, pada Kamis, untuk masuk ke daerah itu setelah pasukan Suriah merebut distrik itu dan pasukan pemberontak melarikan diri.

Human Rights Watch mengatakan sekitar 700 warga sipil tewas dan ribuan cedera sejak seranngan terhadap Homs bulan lalu. Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Jumat sore, Organisasi yang berbasis di New York itu mengatakan saksi mata mengatakan penembakan artileri dimulai setiap hari sekitar pukul 6 30 pagi, dan terus berlangsung sampai matahari terbenam dan secara sporadis sepanjang malam. Seorang jurnalis mengatakan ia menghitung 200 ledakan dalam dua jam pada awal Februari.

Di Damaskus, jenazah dua jurnalis Barat yang tewas dalam serangan artileri terhadap Baba Amr minggu lalu telah diserahkan kepada diplomat. Seorang diplomat Polandia, yang mewakili kepentingan Amerika di Suriah, menerima jenazah jurnalis Amerika, Marie Colvin, dan dutabesar Perancis di Suriah menerima jenazah fotografer Perancis Remi Ochlik. Tidak jelas kapan jenazah akan diterbangkan keluar dari Suriah.

XS
SM
MD
LG