Tautan-tautan Akses

Para Petinggi Partai Republik Marah pada Trump


Donald Trump lewat video yang dipasang di halaman Facebook-nya mengaku bersalah dan meminta maaf atas rekaman video tidak pantas dari tahun 2005 (foto: dok).

Donald Trump lewat video yang dipasang di halaman Facebook-nya mengaku bersalah dan meminta maaf atas rekaman video tidak pantas dari tahun 2005 (foto: dok).

Sejumlah petinggi Partai Republik AS mengungkapkan kemarahan pasca terungkapnya rekaman video Donald Trump yang berisi pernyataan kasar dan cabul tentang perempuan pada tahun 2005.

Kemarahan sejumlah petinggi Partai Republik terhadap calon presiden mereka – Donald Trump – terus meningkat meskipun bilyuner itu telah menyampaikan permintaan maaf pasca terungkapnya rekaman video yang berisi pernyataan-pernyataan kasar dan cabul tentang perempuan pada tahun 2005.

“Saya mengatakan hal itu”, ujar Trump lewat video yang dipasang di halaman Facebook-nya, mengakui bahwa rekaman pembicaraan 11 tahun lalu itu sebagai rekaman asli. “Saya bersalah dan saya minta maaf”.

Trump: Rekaman itu bukan apa-apa

Bilyuner itu mengatakan rekaman yang dipublikasikan luas itu seharusnya “bukan apa-apa dan hanya merupakan gangguan” pada sisa masa kampanye menjelang pemungutan suara 8 November mendatang.

Trump berbicara secara pribadi dengan pembawa acara program televisi “Access Hollywood” – Billy Bush – ketika berada di dalam bis yang dioperasikan oleh acara televisi itu. Trump yang akan tampil dalam salah satu episode drama televisi “Days of Our Lives” memakai mikrofon yang merekam semua yang dikatakannya, sejak masih di dalam bis hingga ketika bertemu bintang drama televisi itu.

Trump isyaratkan akan fokus pada Hillary Clinton

Trump mengisyaratkan bahwa ia akan memusatkan perhatian kembali kepada pesaingnya, calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton, dengan mengatakan suami Hillary yaitu mantan presiden Bill Clinton telah melakukan kesalahan yang jauh lebih buruk terhadap perempuan.

“Ada perbedaan besar antara kata-kata dan tindakan yang dilakukan orang lain. Bill Clinton telah melecehkan perempuan dan Hillary telah mem-bully, menyerang, mempermalukan dan mengintimidasi korban-korban suaminya”, ujar Trump.

Melania: Pernyataan itu tak dapat diterima, tetapi semoga warga AS memaafkannya

Istri Trump – Melania – mengatakan kata-kata suaminya “tidak dapat diterima dan ofensif”, tetapi ia berharap para pemilih Amerika akan menerima permintaan maafnya. Melania adalah istri ketiga Trump, yang baru saja dinikahinya ketika rekaman pembicaraan itu direkam tahun 2005.

Donald Trump dan Hillary Clinton dijadwalkan akan tampil dalam debat kedua dari tiga debat yang dijadwalkan pada minggu-minggu terakhir kampanye pemilu presiden Amerika. Sejumlah pakar politik dan ilmuwan memperkirakan kecaman terhadap video Trump – yang telah mendominasi diskursus politik Amerika sejak terungkap hari Jum’at (7/10) – akan berdampak negatif terhadap peluangnya dalam pemilu 8 November mendatang. [em]

XS
SM
MD
LG