Tautan-tautan Akses

Pakistan Tolak Tuduhan Jadi ‘Tempat Aman’ bagi Militan


Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar (foto: dok). Kemenlu Pakistan menolak tuduhan AS bahwa negaranya jadi 'tempat aman' bagi militan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar (foto: dok). Kemenlu Pakistan menolak tuduhan AS bahwa negaranya jadi 'tempat aman' bagi militan.

Pakistan bereaksi keras atas tuduhan-tuduhan Amerika bahwa pihaknya membiarkan para militan menggunakan Pakistan sebagai tempat aman dan markas operasi.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengecam keras Amerika dan komentar yang disampaikan Menteri Pertahanan Leon Panetta hari Sabtu, dan menuduh Leon Panetta “menyederhanakan masalah yang sangat rumit”.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengatakan tuduhan-tuduhan yang disampaikan oleh Leon Panetta dalam lawatannya baru-baru ini ke Kabul juga “tidak pada tempatnya dan tidak membantu menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu”.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan itu menyusul kritik serupa oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari Jum’at malam yang disampaikan kepada televisi pemerintah Tiongkok.

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan upaya-upaya menstabilkan Afghanistan akan tetap sulit dilakukan selama para militan memiliki tempat yang aman di Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan pihaknya mengikuti “strategi yang sangat dipertimbangkan masak-masak untuk membasmi ekstrimisme dan terorisme, dan akan mengikuti jadwalnya sendiri”.

Hubungan antaran Pakistan dan Amerika tegang akibat beberapa isu baru-baru ini, termasuk penutupan perbatasan Pakistan bagi truk-truk NATO guna menanggapi pembunuhan 24 tentara Pakistan oleh pasukan NATO.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan ini disampaikan setelah Wakil Menteri Pertahanan Amerika Peter Lavoy melawat ke Islamabad, dalam upaya baru utuk mengakhiri blokade Pakistan bagi pasokan NATO ke Afghanistan selama enam bulan ini.

XS
SM
MD
LG