Tautan-tautan Akses

Organisasi HAM AS Desak Obama Perluas Sanksi bagi Birma


Organisasi HAM menuduh militer Birma masih berkuasa dengan berkedok sebagai pemerintahan sipil.

Organisasi HAM menuduh militer Birma masih berkuasa dengan berkedok sebagai pemerintahan sipil.

Sekelompok organisasi HAM di AS menghendaki Obama mengenakan sanksi keuangan atas pemimpin dan mantan pemimpin Birma.

Sekelompok organisasi HAM yang berbasis di Amerika mengatakan mereka menghendaki Presiden Barack Obama memperluas sanksi terhadap Birma dan berusaha sekuat-kuatnya untuk memastikan sanksi itu ampuh.

Para pengurus ke-22 organisasi itu mengatakan dalam sepucuk surat yang dikirim kepada presiden hari Kamis bahwa pemerintah Birma telah menolak langkah-langkah menuju demokrasi sejati, termasuk kegagalan membebaskan semua tahanan politik atau mengadakan pembicaraan dengan oposisi.

Para pengurus itu menghendaki Obama mengenakan sanksi keuangan terhadap para pemimpin dan mantan pemimpin pemerintah Birma, termasuk pejabat keamanan dan kehakiman. Mereka juga menghendaki sanksi terhadap siapa saja yang memberi bantuan ekonomi dan keuangan kepada pemerintah Birma.

Organisasi-organisasi hak azasi itu juga meminta kepada PBB agar menyelidiki kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Birma.

Beberapa sanksi bepergian dan ekonomi Amerika sudah berlaku. Tetapi, organisasi-organisasi itu mengatakan dampak sanksi itu sudah berkurang karena para pejabat mencari cara untuk menghindarkannya, seperti mendirikan perusahaan-perusahaan palsu dan menggunakan mata uang euro sebagai pengganti dolar.

Birma memilih pemerintahan sipil tahun lalu untuk mengambil alih pemerintahan dari penguasa militer. Tetapi, oposisi dan pejabat hak azasi manusia mengatakan militer masih berkuasa dengan berkedok sebagai pemerintahan sipil yang terpilih dalam pemilu.

XS
SM
MD
LG