Tautan-tautan Akses

Oposisi Terbesar di Yordania Kecam Perdana Menteri Baru


Penunjukan Marouf al-Bakhit (gambar) sebagai Perdana Menteri diprotes kelompok oposisi Yordania.
Penunjukan Marouf al-Bakhit (gambar) sebagai Perdana Menteri diprotes kelompok oposisi Yordania.

Pendukung Fron Aksi Islam hari Rabu menggelar demonstrasi di luar kantor PM Marouf al-Bakhit yang baru diangkat Raja Abdullah.

Kelompok oposisi terbesar di Yordania hari Rabu berunjukrasa menentang pengangkatan perdana menteri baru yang dipilih Raja Abdullah, selagi pemimpin tersebut memulai upaya membentuk kabinet baru.

Lebih dari seratus anggota Fron Aksi Islam (FAI) dan sekutu-sekutunya hari Rabu (2/2) menggelar demonstrasi di luar kantor Perdana Menteri Marouf al-Bakhit yang baru diangkat itu. Para pengunjukrasa mengatakan Bakhit bukanlah orang yang tepat untuk melakukan reformasi politik.

Kantor berita Associated Press mengatakan FAI yang merupakan sayap politik Muslim Brotherhood atau Persaudaraan Muslim, mendesak Bakhit untuk mengundurkan diri.

Sementara itu Bakhit hari Rabu memulai konsultasi untuk membentuk pemerintahan baru, sehari setelah ia ditunjuk oleh Raja Abdullah. Ia bertemu dengan Pemimpin Senat Taher Masri. Kantor berita Yordania (Petra) mengatakan keduanya mendiskusikan perlunya reformasi pemerintah. Petra mengatakan Bakhit berjanji untuk melakukan reformasi sesegera mungkin.

Raja Abdullah membubarkan pemerintahannya hari Selasa, setelah aksi protes publik berpekan-pekan menuntut perubahan politik. Para demonstran menyalahkan pemerintah karena menaikkan harga BBM dan pangan, serta lambatnya reformasi politik. Unjukrasa itu serupa dengan yang terjadi di Tunisia yang mengakibatkan tergulingnya presiden negara itu.

XS
SM
MD
LG