Tautan-tautan Akses

OPCW Mulai Awasi Proses Pemusnahan Senjata Kimia di Suriah


Konvoi mobil yang membawa Tim OPCW meninggalkan bandara internasional Beirut menuju Damaskus (30/9) untuk memulai mis pengawasan pemusnahan senjata kimia di Suriah.

Konvoi mobil yang membawa Tim OPCW meninggalkan bandara internasional Beirut menuju Damaskus (30/9) untuk memulai mis pengawasan pemusnahan senjata kimia di Suriah.

Para pakar internasional di Damaskus memulai misi yang didukung PBB untuk mengawasi pemusnahan senjata kimia Suriah.

Para pakar dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang berbasis di Den Haag meninggalkan hotel dalam beberapa kendaraan untuk melakukan tugas pertama mereka sejak datang sehari sebelumnya.

Tidak ada laporan mengenai lokasi mana yang dituju tim internasional yang terdiri dari 19 pakar OPCW dan 14 personil PBB itu.

Suriah berjanji akan bekerja sama dengan misi yang disetujui PBB bulan lalu itu. Ini adalah pertama kalinya OPCW diberi tugas untuk memusnahkan sejumlah besar senjata kimia, dengan tenggat ketat, ditengah-tengah berkecamuknya perang saudara.

Sasaran awal yang ditetapkan PBB adalah memverifikasi deklarasi lokasi senjata kimia yang diserahkan Suriah, dan menghancurkan kemampuannya membuat bahan senjata kimia, selambat-lambatnya bulan November. Setelah itu, Suriah harus mengizinkan semua senjata kimianya dimusnahkan selambat-lambatnya pertengahan tahun depan.

Presiden Suriah Bashar al-Assad sepakat menyerahkan senjata kimianya atas tekanan internasional, setelah serangan senjata kimia tanggal 21 Agustus di dekat Damaskus yang menewaskan ratusan warga sipil. Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menuduh tentara Suriah sebagai pelaku serangan itu, sementara Rusia, sekutu Suriah, menuduh pemberontak.
XS
SM
MD
LG