Tautan-tautan Akses

Para Pakar Kimia Mulai Misi Perlucutan Senjata Kimia Suriah


Konvoi kendaraan yang dilaporkan membawa sekitar 20 orang anggota dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), terlihat meninggalkan Bandara Internasional Beirut–Rafic Hariri (30/9), untuk meneruskan perjalanan ke Damaskus minggu ini.

Konvoi kendaraan yang dilaporkan membawa sekitar 20 orang anggota dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), terlihat meninggalkan Bandara Internasional Beirut–Rafic Hariri (30/9), untuk meneruskan perjalanan ke Damaskus minggu ini.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah menyusun jadwal yang menghendaki para inspektur mengunjungi semua sarana senjata kimia Suriah dalam waktu 30 hari.

Para inspektur senjata internasional telah tiba di Suriah untuk memulai tugas memverifikasi dan menghancurkan persediaan senjata kimia Presiden Bashar al-Assad. Iring-iringan sekitar 20 kendaraan melintasi perbatasan dari negara tetangga, Lebanon, Selasa (10/1), dalam perjalanan menuju Damaskus, di mana tim itu akan memulai misi rumit mereka untuk mencari, membongkar dan menghancurkan sekitar 1.000 ton senjata kimia.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah menyusun jadwal yang menghendaki para inspektur mengunjungi semua sarana senjata kimia Suriah dalam waktu 30 hari.

Operasi untuk memusnahkan senjata kimia Suriah selambat-lambatnya pertengahan tahun 2014 akan menjadi salah satu tugas pemusnahan yang paling besar dan berbahaya. Ini merupakan waktu tersingkat yang pernah dihadapi para pakar dari Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia di negara manapun, dan juga merupakan misi pertama mereka di negara yang sedang dilanda perang.

Arsenal Suriah diduga terdiri dari gas sarin, gas mustard dan bahan-bahan kimia terlarang lainnya yang disimpan di sekitar 45 lokasi di berbagai tempat di negara itu.

Pemerintah Suriah harus menghancurkan peralatan yang digunakan untuk membuat senjata kimia sebelum tanggal 1 November, dan semua persediaan senjata kimianya selambat-lambatnya pertengahan tahun depan.

Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi pekan lalu, yang memerintahkan Suriah mematuhi rencana perlucutan senjata OPCW dan memberi para inspektur akses ke semua tempat yang dianggap penting untuk misi itu. Pelanggaran apapun dapat mengakibatkan hukuman yang berkisar dari sanksi hingga tindakan militer.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem mengatakan hari Senin (30/9) pemerintahnya akan mematuhi sepenuhnya resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pekan lalu yang mengharuskan Suriah membongkar program senjata kimianya. Ia juga mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa masyarakat internasional harus menciptakan zona bebas nuklir di seluruh Timur Tengah.
XS
SM
MD
LG