Tautan-tautan Akses

Obama Tandatangani UU Pengurangan Pajak 858 Milyar Dolar


Presiden Barack Obama menandatangani UU pengurangan pajak dan tunjangan pengangguran, Jumat 17 Desember 2010.

Presiden Barack Obama menandatangani UU pengurangan pajak dan tunjangan pengangguran, Jumat 17 Desember 2010.

Presiden Barack Obama mengatakan, persetujuan yang dicapainya dengan Partai Republik adalah berita baik bagi rakyat Amerika.

Presiden Barack Obama telah menandatangani undang-undang yang memperpanjang pengurangan pajak bagi warga Amerika dan tunjangan pengangguran. Penandatanganan UU ini mengakhiri pergulatan politik antara Obama dan sebagian legislator dari partainya sendiri.

Obama mengatakan, persetujuan yang dicapainya dengan Partai Republik adalah berita baik bagi rakyat Amerika.

Katanya, "Dengan dukungan kedua partai, dengan selisih suara besar, Kongres telah menyetujui undang-undang pengurangan pajak yang akan melindungi warga kelas menengah, yang akan membuat perekonomian bertumbuh dan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Amerika."

Dengan menunjukkan semangat bipartisan yang jarang terjadi, DPR Amerika hari Kamis melalui pemungutan suara menyetujui undang-undang bernilai 858 milyar dolar itu.

Undang-undang baru itu memperpanjang tunjangan pengangguran jangka panjang, sementara angka pengangguran berkisar pada 9,8 persen. Undang-undang ini juga mencegah kenaikan pajak tahun depan dengan memperpanjang dua tahun pengurangan pajak untuk semua orang yang pertama diberlakukan presiden Bush.

Banyak legislator Demokrat menentang keras perpanjangan pengurangan pajak untuk orang kaya, dan mengeluh bahwa Obama mengorbankan prinsip untuk mencapai persetujuan. Namun lebih dari separuh legislator Demokrat maupun Republik mendukung kompromi itu.

Presiden Obama berbicara dengan Ketua Fraksi Republik dalam Senat, Senator Mitch McConnell.

Presiden Obama berbicara dengan Ketua Fraksi Republik dalam Senat, Senator Mitch McConnell.

Obama mengakui ada unsur-unsur dalam undang-undang itu yang ditentang legislator Demokrat maupun Republik, dan ada bagian-bagian yang ia sendiri tidak menyukainya. Namun ia menegaskan, kesepakatan ini baik bagi rakyat Amerika.

Menurut Obama, "Itulah sifat suatu kompromi: mengalah dalam hal yang kita masing-masing sangat peduli untuk bergerak maju dalam hal yang kita semua peduli. Sekarang ini, kita semua peduli pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja untuk rakyat Amerika."

Obama mencapai persetujuan itu dengan Ketua Fraksi Republik dalam Senat, Mitch McConnell yang hari Jumat untuk pertamakalinya sejak Obama menjabat sebagai presiden menghadiri upacara penandatanganan undang-undang.

Para petinggi Demokrat, Ketua DPR Nancy Pelosi dan Ketua Fraksi Mayoritas Senat Harry Reid tidak menghadirinya, sebagaimana bakal Ketua Fraksi Mayoritas DPR yang baru John Boehner.

Sebelumnya hari Jumat, Obama menemui para pemimpin Serikat buruh, yang biasanya adalah pendukung kuat Obama tetapi banyak di antaranya menentang persetujuan ini. Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Obama mendengarkan berbagai sudut pandang mengenai cara mempercepat kepulihan ekonomi.

Obama juga telah melakukan pertemuan terpisah dengan para ekonom liberal maupun konservatif, yang menurut para pejabat pemerintah mendukung perpanjangan pengurangan pajak itu.

XS
SM
MD
LG