Tautan-tautan Akses

Penjualan Ritel Musim Liburan Tunjukkan Ekonomi AS Mungkin Meningkat

  • Febriamy Hutapea

Meskipun sedikit mendongkrak perekonomian yang lesu, belanja konsumen akhir tahun AS belum signifikan mengurangi pengangguran.

Meskipun sedikit mendongkrak perekonomian yang lesu, belanja konsumen akhir tahun AS belum signifikan mengurangi pengangguran.

Namun, Bank Sentral AS mengatakan pertumbuhan ekonomi saat ini tidak cukup cepat untuk mengurangi pengangguran yang hampir 10 persen.

Musim membeli kado natal adalah masa tersibuk bagi kebanyakan toserba dan toko ritel online di Amerika. Angka pasti penjualan pada musim liburan termasuk penjualan setelah natal belum diketahui untuk sementara waktu. Namun, sebuah laporan minggu ini tentang pendapatan dari penjualan ritel pada bulan November menunjukkan pertumbuhan ekonomi mungkin meningkat.

Departemen Perdagangan Amerika mengatakan angka penjualan ritel meningkat untuk bulan kelima berturut-turut, sebesar 0,8 persen pada Oktober.

Namun, laporan hari Selasa lalu dikeluarkan pada hari sama Bank Sentral Amerika mengatakan pertumbuhan ekonomi yang dicapai saat ini tidak cukup cepat untuk mengurangi pengangguran. Angka pengangguran di Amerika kini mencapai hampir sepuluh persen.

Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke: ekonomi AS masih perlu stimulus

Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke: ekonomi AS masih perlu stimulus

Untuk itu para pembuat kebijakan di Bank Sentral Amerika sepakat melanjutkan sebuah program membeli obligasi pemerintah. Program itu, yang diluncurkan bulan November, dapat menyuntikkan dana sebesar enam ratus milyar dolar ke ekonomi Amerika.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan suku bunga jangka panjang. Hal itu akan mengurangi biaya pinjaman bagi para pebisnis dan perseorangan.

Tapi suku bunga jangka panjang meningkat sejak Bank Sentral Amerika meluncurkan program terbarunya yang disebut pengurangan kuantitatif atau “QE2”.

Suku bunga itu meningkat sebagian karena para investor prihatin tentang berbagai kebijakan pemerintah. Namun, para pakar mengatakan para investor mungkin juga lebih optimis mengenai ekonomi dan mencari berbagai investasi yang labanya lebih tinggi dibandingkan sekuritas pemerintah.

Satu cara untuk mengetahui tingkat keyakinan warga Amerika mengenai ekonomi adalah melalui penjualan ritel atau eceran. Permintaan konsumen di Amerika menggerakan sekitar tujuh puluh persen dari keseluruhan aktivitas ekonomi nasional.

Angka pengangguran di AS masih cukup tinggi, hampir mencapai 10 persen.

Angka pengangguran di AS masih cukup tinggi, hampir mencapai 10 persen.

Federasi Ritel Nasional Amerika mengatakan para anggotanya mempekerjakan 25 juta orang pada industri ritel dan jasa. Kedua bisnis tersebut menghasilkan hampir 2,5 trilyun dolar penjualan tahun lalu.

Terry Lundgren, seorang direktur utama Macy’s, pemilik toserba Macy’s dan Bloomingdales mengatakan:
“Sektor retail dan restauran mencerminkan satu dari lima pekerjaan di Amerika. Jadi bisnis kami berlaba, kami bisa lebih maju, dan kami akan menjadi perusahaan yang akan mengarahkan kita ke pemulihan dan keluar dari kesulitan selama ini dari segi penerimaan pegawai baru, pengangguran, dan semua isu-isu penuh tantangan yang terkait dengannya.”

Jenis toko-toko itu di mana penjualan naik juga menunjukkan sesuatu mengenai ekonomi. Berbagai toko yang harganya terendah berlaba semasa ekonomi sulit. Tapi Federasi Retail mengatakan pada akhir November toko-toko yang memberi harga diskon tidak banyak pembelinya tahun ini. Berbagai toko yang menjual perhiasan dan jenis-jenis barang harga mahal penjualannya naik.

Perubahan lain, warga Amerika tidak begitu banyak yang belanja dengan menggunakan kartu kredit. Lebih dari 40 persen konsumen pada musim liburan mengatakan mereka berencana menggunakan kartu debit dibandingkan dengan kartu kredit. Berbeda dengan kartu kredit yang berarti meminjam uang dengan bunga, kartu debit mengambil uang langsung dari akun nasabah.

XS
SM
MD
LG