Tautan-tautan Akses

AS

Obama Serukan Kenaikan Upah Minimum


Presiden Barack Obama saat menyampaikan pidato mingguannya di Gedung Putih, 8 Februari 2014 (Foto: dok).

Presiden Barack Obama saat menyampaikan pidato mingguannya di Gedung Putih, 8 Februari 2014 (Foto: dok).

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan meskipun mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, namun anggota partai Republik di Kongres belum bersedia untuk memberikan suara bagi upaya menaikkan upah minimum.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan memulihkan gagasan mengenai kesempatan bagi semua orang, memerlukan waktu setahun untuk bertindak, dan tahun 2014 merupakan tahun (untuk bertindak) itu.

Obama mengatakan dalam pidato mingguannya, tindakan barunya mencakup peraturan baru yang mengharuskan perusahaan kontraktor federal menggaji pegawai sedikitnya 10 dolar 10 sen per jam.

Ia memuji Gap, salah satu ritel pakaian terbesar Amerika, yang pekan ini memutuskan untuk menaikkan upah pegawai di perusahaan itu.

Presiden Obama mengatakan pada tahun sejak ia meminta Kongres meningkatkan upah minimum, enam negara bagian telah meloloskan undang-undang untuk menaikkan upah minimum, dan bahwa banyak negara bagian lain yang sedang mengusahakannya.

Menurut Obama, ada rancangan undang-undang di Kongres yang akan mendorong upah minimum di Amerika menjadi 10 dolar 10 sen per jam tanpa memerlukan dolar dari pajak baru atau anggaran belanja.

Selanjutnya dikatakan Presiden, meskipun partai Demokrat, Independen dan banyak Republikan mendukung kenaikan upah minimum, Partai Republik di Kongres belum bersedia mengadakan pemungutan suara terkait isu tersebut.

Dalam pidato Partai Republik, anggota legislatif Tom Cotton dari Arkansas, mengatakan kebijakan-kebijakan Obama menghabiskan terlalu banyak uang dan mengonsentrasikan kekuasaan di Washington. Ia juga mengatakan, para Republikan ingin memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan presiden di Amerika.
XS
SM
MD
LG