Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Serukan Upaya Peningkatan Ekonomi Bagi Warga AS

  • Carolyn Presutti

Presiden Barack Obama saat memberikan pidato kenegaraan di hadapan para anggota Kongres Amerika di Washington DC (28/1).

Presiden Barack Obama saat memberikan pidato kenegaraan di hadapan para anggota Kongres Amerika di Washington DC (28/1).

Presiden Amerika Barack Obama menyampaikan pidato kenegaraan tahunan dan memaparkan rencana untuk tahun kedua dalam masa jabatan keduanya kepada rakyat Amerika, Selasa malam (29/1).

Presiden Obama dalam pidato kenegaraannya Selasa malam (28/1), menyampaikan apa yang dikatakannya ekonomi yang membaik, tetapi ia menghadapi tingkat dukungan publik yang buruk dan Kongres yang terpecah yang sering menghalangi prakarsanya.

Presiden Barack Obama memasuki ruang sidang berukir DPR Amerika dengan jabat tangan dan pelukan bagi para anggota Kongres. Dia ingin menyampaikan seruannya melampaui ruang sidang itu – yaitu kepada 30 juta warga Amerika yang menonton lewat televisi di rumah.

"Mari kita buat tahun ini tahun sebagai tahun tindakan," kata Presiden Obama.

Seperti telah diisyaratkannya, Obama mengatakan ia akan bertindak untuk membalikkan kesenjangan yang semakin lebar antara warga kaya dan mereka yang berada di urutan terbawah skala gaji di Amerika - menaikkan upah minimum sebagian mereka yang terkait pemerintah dan mendesak Kongres agar menaikkan upah minimum bagi semua orang.

"Ini akan membatu keluarga-keluarga (Amerika). (Hal) ini akan memberi konsumen lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Jadi katakan ya,” seru Presiden Obama.

Presiden Obama kemudian beralih ke upaya menciptakan jalur menuju kewarganegaraan bagi orang yang berada di Amerika secara gelap, dan mereformasi sistem imigrasi Amerika. “Para ekonom independen mengatakan reformasi imigrasi akan menumbuhkan perekonomian kita dan memperkecil defisit kita dengan hampir $1 triliun dalam dua dasawarsa mendatang," lanjutnya.

Mengalihkan perhatiannya ke luar negeri untuk Suriah, Obama menyatakan dukungan bagi kelompok-kelompok dalam oposisi yang tidak berafiliasi dengan jaringan teroris. Dia menunjuk upaya diplomatik untuk memusnahkan senjata kimia di Suriah, dan negosiasi untuk membuat Iran tidak membangun bom nuklir, berkat sanksi-sanksi yang keras.

“Tapi ingin saya tegaskan: jika Kongres ini mengajukan RUU sanksi baru yang mengancam akan menggelincirkan pembicaraan ini, saya akan memvetonya," lanjut Presiden Obama.

Dengan sebagian besar tentara Amerika akan keluar dari Afghanistan akhir tahun ini, Presiden Obama mengatakan jika pemerintah Afghanistan menandatangani perjanjian keamanan, satu kontingen kecil pasukan Amerika akan tetap tinggal di sana untuk melatih tentara Afghanistan dan ikut memburu al-Qaida.

Di dalam negeri, Presiden Obama menghadapi tingkat dukungan rakyat 46 persen – turun secara signifikan dalam setahun ini.

Anggota kongres, Cathy McMorris Rodgers, yang memberikan pidato tanggapan dari Partai Republik, menyampaikan cara berbeda untuk menyeimbangkan kesenjangan pendatapan, yakni dengan mengurangi peran pemerintah.

"Kami berharap Presiden akan bergabung dengan kami dalam tahun tindakan nyata – dengan memberdayakan masyarakat – tidak membuat hidup mereka semakin sulit dengan pengeluaran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, pajak yang lebih tinggi, dan lapangan kerja yang lebih sedikit,” kata Cathy McMorris Rodgers.

Dari Gedung Kongres Amerika, Presiden Obama memulai tur dua hari ke empat negara bagian untuk mempromosikan prakarsanya. Dia akan terus mengupayakan kenaikan upah minimum bagi semua pekerja untuk, seperti yang dikatakannya dalam pidato di Kongres “memberi Amerika kenaikan gaji.”
XS
SM
MD
LG