Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Penjara di Guantanamo Rugikan Keamanan Nasional


Presiden AS Barack Obama, didampingi Wapres Joe Biden (kiri) dan Menhan Ash Carter menjelaskan rencana pemerintahnya untuk menutup penjara di Guantanamo, Kuba hari Selasa (23/2).

Presiden AS Barack Obama, didampingi Wapres Joe Biden (kiri) dan Menhan Ash Carter menjelaskan rencana pemerintahnya untuk menutup penjara di Guantanamo, Kuba hari Selasa (23/2).

Presiden Barack Obama Selasa (23/2) menggarisbawahi rencana pemerintahnya untuk menutup pusat tahanan militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

Presiden AS Barack Obama menyatakan dukungan bagi rencana Departemen Pertahanan AS untuk menutup penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba, dengan mengatakan bahwa fasilitas tahanan itu tidak menguntungkan bagi keamanan nasional AS, tetapi justru merusak.

Obama berbicara di Gedung Putih hari Selasa (23/2) setelah Departemen Pertahanan Amerika menyampaikan kepada Kongres mengenai rencana penutupan kamp Guantanamo itu.

Obama mengatakan bahwa kamp Guantanamo mestinya sudah lama ditutup.

"Sejak bertahun-tahun, sudah jelas bahwa fasilitas penahanan di Teluk Guantanamo itu tidak menguntungkan keamanan bangsa kita, tapi justru merugikan. Ini bukan hanya pendapat saya, tetapi opini dari para ahli, dan merupakan pendapat banyak anggota militer kita. Adanya kamp tahanan ini kontra-produktif dalam perjuangan kita melawan teroris, karena mereka menggunakannya sebagai alat propaganda untuk merekrut pengikut baru," ungkapnya.

Presiden Obama selanjutnya mengatakan, sangat masuk akal untuk menutup fasilitas itu, karena akan menghemat anggaran Departemen Pertahanan AS antara 65 - 85 juta dolar per tahun, dan ini akan menutup biaya awal yang diperlukan untuk memindahkan para tawanan dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Presiden Obama menekankan pentingnya menutup kamp Guantanamo, ketika dilantik sebagai Presiden untuk masa jabatan pertamanya pada tahun 2009, tetapi dengan sisa masa jabatan keduanya kurang dari satu tahun lagi, masih ada kira-kira 90 tahanan di sana.

Laporan Departemen Pertahanan itu mencakup 13 kemungkinan lokasi di Amerika Serikat di mana 30 sampai 60 orang tahanan bisa dipindahkan.

Tetapi , tidak disebutkan tempat mana di Amerika yang akan dipilih. Di antara tempat yang mungkin termasuk penjara federal di Kansas, Colorado,dan South Carolina, serta di kamp-kamp militer lainnya.

Fraksi Republik telah mengecam usul Pentagon

Pemimpin golongan mayoritas di Senat AS, Senator Mitch McConnell meragukan rencana itu hari Selasa (23/2), dan mempertanyakan keabsahan pemindahan tahanan dari Guantanamo ke penjara-penjara di Amerika.

“Kongres tidak perlu bingung. Usul ini bertentangan dengan undang-undang – dan akan tetap bertentangan dengan undang-undang – untuk memindahkan tahanan teroris ke wilayah Amerika”, ujar Ketua DPR AS Paul Ryan, yang juga berasal dari partai Republik.

"Kami tidak akan membahayakan keamanan nasional, karena sebuah janji kampanye," tambahnya.

“Kita sedang berada dalam perang, tetapi yang menakjubkan Presiden Obama justru lebih memusatkan perhatian pada pemindahan dan pembebasan kombatan musuh daripada menahan yang baru,” tambah Ketua Komite Keamanan DPR AS, Michael McCaul.

Namun seorang pejabat senior pemerintahan Obama mengatakan penutupan penjara di Guantanamo itu merupakan prioritas keamanan, dan menambahkan bahwa fasilitas tahanan itu telah “mengilhami” para jihadis dan menjadi alat rekrutmen bagi teroris. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG