Tautan-tautan Akses

Obama Dorong Mitra AS di Teluk Lakukan Reformasi Demokrasi


Presiden AS Barack Obama dalam KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Riyadh, Arab Saudi (21/4).

Presiden AS Barack Obama dalam KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Riyadh, Arab Saudi (21/4).

Presiden Amerika Barack Obama dan enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) memusatkan perhatian pada kekacauan politik dan pertempuran di Suriah, Yaman, Irak dan Libya.

Presiden Amerika Barack Obama dan para pemimpin negara-negara Teluk bertemu di Riyadh hari Kamis (21/4) untuk membahas cara-cara mempererat kerjasama mereka dalam membantu menstabilkan kawasan Timur Tengah yang dilanda konflik, meskipun ada perbedaan pendapat mengenai cara terbaik memajukannya.

Obama dan enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) memusatkan perhatian pada kekacauan politik dan pertempuran di Suriah, Yaman, Irak dan Libya.

Mereka juga membahas cara-cara meningkatkan pertempuran melawan kelompok ISIS dan al-Qaida serta menghadapi aksi-aksi Iran yang mendestabilisasi kawasan.

Ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutu Arabnya meningkat terkait perbedaan pendekatan di kawasan tersebut.

Amerika menekankan fokus yang lebih besar terhadap solusi politik dan reformasi demokrasi, serta mengurangi fokus mengenai pertempuran sectarian, khususnya di negara-negara seperti Yaman dan Suriah di mana gencatan senjata telah diberlakukan meskipun masih sangat rapuh.

Tetapi sebagian negara Teluk, seperti Arab Saudi, menganggap kekerasan sektarian sebagai ancaman keamanan utama, dan telah menyatakan keraguan mengenai visi pemerintahan Obama mengenai keamanan di kawasan, khususnya terkait dengan apa yang mereka anggap sebagai ancaman yang kian besar dari Iran.

Selain Arab Saudi, GCC beranggotakan Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Oman.

Setelah sesi mengenai kekerasan regional, kelompok ini membahas cara-cara meningkatkan perang melawan kelompok ISIS dan al-Qaida.

Amerika dan banyak negara-negara Barat menganggap kelompok-kelompok teror tersebut sebagai ancaman keamanan global utama dan mendesakkan kerjasama yang lebih erat dari negara-negara Arab dalam upaya memerangi kelompok tersebut.

Sesi terakhir mencakup pembicaraan mengenai Iran dan tindakan-tindakannya mendestabilisasi kawasan.

Teheran mendukung pemberontak Houthi di Yaman, di mana Arab Saudi melancarkan kampanye militer terhadap Houthi di sana.

Menurut analis Hussein Ibish dari Arab Gulf States Insitute di Washington.

Obama akan memanfaatkan KTT tersebut untuk meyakinkan mitra-mitra Teluknya mengenai komitmen Amerika terhadap keamanan Teluk dan mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap Iran. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG