Tautan-tautan Akses

NATO Akui Tanpa Sengaja Hantam Pemberontak Libya


Serangan udara NATO di kompleks tinggal Gaddafi di Bab al-Aziziya, di ibukota Tripoli (18/6). NATO mengakui terjadi salah tembak sasaran pemberontak dalam serangan udaranya.

Serangan udara NATO di kompleks tinggal Gaddafi di Bab al-Aziziya, di ibukota Tripoli (18/6). NATO mengakui terjadi salah tembak sasaran pemberontak dalam serangan udaranya.

NATO tidak mengungkapkan jumlah korban, tapi menyesalkan korban tewas atau luka-luka di kalangan pemberontak akibat serangan udaranya.

NATO mengakui tanpa sengaja menghantam pemberontak Libya dalam serangan udara dua hari lalu.

Aliansi itu mengatakan hari Sabtu pasukannya melihat konvoi kendaraan militer di daerah konflik antara pasukan pemberontak dan Libya dan menyerangnya. Konvoi itu kemudian dikukuhkan sebagai patroli oposisi. NATO tidak mengungkapkan jumlah korban, tapi mengatakan "menyesalkan segala kemungkinan hilangnya nyawa atau luka-luka.''

NATO juga menilai klaim pemerintah Libya bahwa serangan udara aliansi menarget warga sipil, "keterlaluan." Dalam jumpa pers hari Sabtu di Brussels, jurubicara Oana Lungescu mengatakan Gaddafi dan pasukannya-lah yang telah “secara sistematis dan brutal menyerang" rakyat Libya.

Hari Jumat, Gaddafi menyampaikan pesan audio berapi-api di mana ia bertekad mengalahkan pasukan NATO. Pesannya ditayangkan ketika pesawat tempur NATO menghantam target-target di ibukota, Tripoli.

Televisi pemerintah Libya mengatakan serangan udara sekutu juga dilancarkan hari Sabtu terhadap salah satu wilayah di ibukota.

Di tempat lain, bentrokan terjadi antara pasukan pemimpin Libya Moammar Gaddafi dan pemberontak di kota Nalut, Libya barat laut. Pasukan pemberontak hari Sabtu mengatakan setidaknya delapan orang tewas dalam kerusuhan itu.

Upaya-upaya diplomatik berlanjut guna membantu menyelesaikan krisis Libya. Para pemimpin Uni Eropa, Uni Afrika dan PBB berkumpul di markas Liga Arab di Kairo hari Sabtu. Mereka membahas kebijakan yang bisa membantu mengakhiri konflik Libya, melindungi warga sipil dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Dalam perkembangan terpisah, Austria hari Sabtu menjadi negara terakhir yang menyatakan akan mengakui oposisi Dewan Transisi Nasional sebagai wakil sah rakyat Libya. Kelompok itu telah mendapat pengakuan dari berbagai negara, termasuk Italia, Perancis, dan Qatar.

XS
SM
MD
LG