Tautan-tautan Akses

Meski Berlakukan Sanksi Finansial, Ekspor AS ke Iran Meningkat


Seorang pemilik toko sedang memeriksa barang dagangannya di Teheran, Iran (Foto: dok). Meskipun ada pengetatan sanksi finansial AS, ekspor Amerika ke Iran meningkat hampir sepertiga tahun ini.

Seorang pemilik toko sedang memeriksa barang dagangannya di Teheran, Iran (Foto: dok). Meskipun ada pengetatan sanksi finansial AS, ekspor Amerika ke Iran meningkat hampir sepertiga tahun ini.

Data Biro Sensus Amerika yang dirilis pekan lalu menunjukkan, ekspor AS ke Iran meningkat hampir sepertiga tahun ini, terutama karena penjualan gandum, meski ada pengetatan sanksi finansial AS.

Eskpor Amerika ke Iran meningkat menjadi 199,5 juta dolar dalam delapan bulan pertama tahun ini, dari 150,8 juta dolar selama tahun lalu. Demikian laporan yang dikeluarkan Data Biro Sensus Amerika yang dinilai mengejutkan, mengingat adanya upaya Barat untuk mengisolasi Iran secara ekonomi karena program nuklir Iran yang kontroversial.

Peningkatan itu menutupi penurunan ekspor sejumlah barang kemanusiaan seperti obat-obatan, yang menurut para eksportir Amerika diakibatkan kesulitan para importir Iran dalam membayar sehubungan pemberlakuan sanksi-sanksi finansial Amerika yang baru.

Data baru itu juga menunjukkan bahwa barang-barang seperti produk susu dan peralatan medis -- yang penjualannya ke Iran diizinkan dengan lisensi ekspor Departemen Keuangan Amerika -- terus mengalir masuk ke Teheran meskipun ada sanksi-sanksi tersebut dan kesulitan pembayaran.

Amerika, sekutu-sekutu Eropanya, dan negara-negara lain telah memberlakukan sanksi untuk memaksa Iran menghentikan program pengayaan uraniumnya dan menghapus kecurigaan mengenai program nuklirnya.

Iran membantah berusaha mengembangkan senjata nuklir dan mengatakan program nuklirnya semata untuk tujuan damai seperti memproduksi listrik dan isotop medis.
XS
SM
MD
LG