Tautan-tautan Akses

Mesir Tetapkan Tanggal Pengadilan bagi 19 Aktivis AS


Para pegawai LSM AS, National Democratic Institute, menunggu di luar saat polisi Mesir menggeledah kantor mereka di Kairo (foto: dok).

Para pegawai LSM AS, National Democratic Institute, menunggu di luar saat polisi Mesir menggeledah kantor mereka di Kairo (foto: dok).

Pengadilan pertama bagi 43 orang aktivis, termasuk 19 warga AS, yang dinilai melakukan aktivitas terlarang, akan dilakukan tanggal 26 Februari.

Mesir hari Sabtu mengatakan pengadilan 43 orang aktivis, termasuk 19 orang warga Amerika sehubungan dengan penyelidikan terhadap pendanaan gelap bagi organisasi-organisasi non pemerintah asing akan dilakukan tanggal 26 Februari.

Kantor Berita Pemerintah Mesir, MENA mengatakan para terdakwa dituduh mendirikan cabang-cabang organisasi internasional tanpa izin dan menerima dana asing untuk membiayai organisasi-organisasi mereka.

Pengumuman itu telah meningkatkan ketegangan antara Mesir dan Amerika, dan disampaikan saat Amerika sedang berusaha menjalin hubungan yang lebih baik dengan Dewan Militer yang mengambil alih kekuasaan tahun lalu setelah tergulingnya Presiden Hosni Mubarak.

Orang-orang Amerika yang dituduh dalam kasus itu telah dilarang meninggalkan Mesir, dan beberapa dari mereka telah mencari perlindungan ke Kedutaan Amerika di Kairo. Diantara mereka yang didakwa adalah Sam LaHood, Direktur lembaga International Republican Institute atau IRI di Mesir dan putera Menteri Transportasi Amerika Ray LaHood.

Dua puluh empat tertuduh lainnya termasuk warga negara Jerman, Palestina, Jordania dan Mesir.

Amerika telah memperingatkan bahwa meneruskan sidang pengadilan itu bisa mendorong pengurangan bantuan militer Amerika kepada Mesir bernilai 1,3 milyar dolar per tahun.

XS
SM
MD
LG