Tautan-tautan Akses

Rakyat Mesir Pilih Parlemen Baru di Tengah Laporan Berbagai Kecurangan


Seorang perempuan aktivis HAM di Kairo, memasang poster yang mengkampanyekan pemilu yang jujur dan adil, menjelang pemilu parlemen di Mesir hari ini.

Seorang perempuan aktivis HAM di Kairo, memasang poster yang mengkampanyekan pemilu yang jujur dan adil, menjelang pemilu parlemen di Mesir hari ini.

Kelompok oposisi di Mesir, Ikhwanul Muslimim, mengatakan tekanan terhadap kubunya semakin meningkat menjelang pemilu.

Para pemilih di Mesir berdatangan ke tempat-tempat pemungutan suara pada hari Minggu untuk menyalurkan suara bagi pemilu parlemen. Sementara itu, pengaduan dari pihak oposisi dan kelompok HAM atas pelanggaran-pelanggaran pemilu dan pelecehan semakin bertambah.

Kelompok oposisi Ikwanul Muslimin pada hari Sabtu mengatakan 12 pendukungnya dijatuhi hukuman dua tahun penjara atas kampanye yang melanggar hukum. Hukuman ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian tindakan penumpasan terhadap kelompok terlarang, yang mengajukan para calonnya sebagai calon independen.

Undang-undang Mesir melarang partai-partai agama, tapi para calon yang didukung oleh Ikhwanul Muslimin kini menguasai seperlima kursi dari majelis rendah parlemen. Kelompok oposisi tersebut mendukung 130 calon dalam pemilu hari Minggu ini.

Pemerintah, yang menegaskan pemilihan akan bebas dan adil, telah mengerahkan ribuan polisi di Mesir menjelang pemungutan suara dan melarang para pengamat internasional dengan alasan akan melanggar kedaulatan negara.

XS
SM
MD
LG