Tautan-tautan Akses

Menteri Olahraga Rusia Akui Masalah Doping dan Minta Maaf


Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko dalam wawancara dengan Reuters di Moskow (11/3). (Reuters/Maxim Zmeyev)

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko dalam wawancara dengan Reuters di Moskow (11/3). (Reuters/Maxim Zmeyev)

Rusia akan mengetahui pada 17 Juni nanti apakah federasi atletiknya memenuhi kriteria reformasi untuk bertanding dalam Olimpiade Rio de Janeiro.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengakui Rusia punya “masalah'' doping dan “sangat menyesal'' atlet-atlet yang curang tidak diketahui lebih cepat.

Rusia, yang menguasai atletik, diskors Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) November lalu setelah panel Badan Anti-Doping Dunia (WADA) melaporkan kecurangan yang disponsori negara.

“Kesalahan serius dilakukan manajemen federasi, bersama atlet dan pelatih yang melanggar aturan anti-doping dan mengabaikan prinsip permainan jujur,'' ujar Vitaly Mutko dalam tulisannya di koran Inggris, The Sunday Times.

Namun, Mutko tidak mengakui terlibat doping yang dilakukan pemerintah Rusia, tuduhan utama dalam laporan WADA November lalu maupun tuduhan baru bahwa sampel-sampel tes ditukar dalam Olimpiade Sochi.

Rusia akan mengetahui pada 17 Juni nanti apakah federasi atletiknya memenuhi kriteria reformasi untuk bertanding dalam Olimpiade Rio de Janeiro.

Rusia minggu ini terlibat skandal doping lain. Dalam tulisan yang terbit di harian The New York Times, mantan kepala lab anti-doping Moskow, Grigory Rodchenkov, merinci bagaimana Rusia menjalankan cara yang disponsori negara dalam Olimpiade Musim Dingin di Sochi tahun 2014.

Tindakan itu mencakup penukaran botol sampel urin yang tercemar dengan yang bersih melalui lubang tersembunyi dalam dinding lab Sochi. Program doping itu dilaporkan melibatkan setidaknya 15 atlet Rusia pemenang medali.

Pejabat-pejabat Rusia membantah tuduhan itu dan mengancam menuntut koran tersebut. WADA menyatakan akan menyelidikinya. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG