Tautan-tautan Akses

Rusia Masih Langgar Aturan Terkait Doping: Laporan


Papan bertuliskan "Badan Nasional Anti-Doping Rusia" di sebuah bangunan di Moskow. (AP/Alexander Zemlianichenko)

Papan bertuliskan "Badan Nasional Anti-Doping Rusia" di sebuah bangunan di Moskow. (AP/Alexander Zemlianichenko)

Para pelatih yang diskors karena kasus korupsi dan doping dilaporkan masih aktif sementara yang lainnya masih memberikan zat-zat terlarang kepada para atlet.

Rusia terus melanggar aturan larangan penggunaan obat peningkat performa atau doping meski ada skors dari badan atletik dunia, IAAF, untuk mencegah kecurangan, menurut laporan televisi Jerman ARD, Minggu (6/3).

ARD melaporkan bahwa para pelatih yang diskors, karena terlibat dalam kasus korupsi terburuk dan skandal penggunaan doping yang pernah melanda IAAF, masih aktif sementara yang lainnya masih memberikan zat-zat terlarang kepada para atlet.

Vladimir Kazarin, salah satu pelatih yang diskors dan disebut dalam liputan ARD, mengatakan bahwa tuduhan tersebut adalah “setumpuk sampah.” Ia mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut dimaksudkan agar negara adikuasa Rusia dalam bidang Olimpiade tidak dapat berkompetisi di ajang Olimpiade Rio yang akan dimulai Agustus.

Rusia diskors dari cabang atletik pada bulan November setelah sebuah komisi khusus dari Badan Dunia Anti-Doping (WADA) mengungkap kecurangan dan korupsi yang disponsori negara yang tersebar luas. Rusia hanya boleh berkompetisi di Rio hanya jika Rusia dapat meyakinkan para penyelidik bahwa negara itu telah memenuhi standar yang sudah ditentukan dengan jelas.

Larangan diberlakukan untuk Rusia, yang mendapat peringkat kedua setelah Amerika Serikat dalam perolehan medali di Olimpiade London 2012, setelah adanya tuduhan-tuduhan yang dilaporkan ARD dan the Sunday Times tahun lalu.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengatakan kepada Reuters bahwa “ini sesuatu yang membuka mata bahwa sebuah stasiun televisi Jerman sangat prihatin dengan situasi di Rusia.”

“Fakta-fakta ini sekali lagi telah dikeluarkan dari konteksnya dan merupakan upaya untuk menyesatkan publik. Kami adalah negara besar, dengan 83 daerah. Mungkin saja seorang pelatih yang diskors bekerja di suatu tempat, namun jelas tidak bekerja dengan tim nasional dan tidak dalam acara resmi."

Pelatih Rusia, Kazarin, menampik bahwa ia telah bekerja kembali sejak dirinya diskors dan mengatakan bahwa ia dibiarkan ‘limbung’ oleh otoritas atletik global.

“Mereka sengaja mengulur-ulur prosesnya. Ini semua arahnya untuk memastikan kalau kami tidak dapat berkompetisi dalam ajang Olimpiade. Hanya ada sedikit waktu tersisa. Saya percaya ini adalah permintaan politis dari orang-orang Amerika," ujarnya.

“AS mengendalikan politik dan olahraga. Pada ajang Kejuaraan Dunia 2013, Rusia menyabet tujuh medali emas. Apabila kami diskors, maka semua medali ini akan jatuh ke tangan AS dan Inggris.” [ww/hd]

XS
SM
MD
LG