Tautan-tautan Akses

Menteri Koalisi Mundur, Pemerintahan Italia dalam Krisis


Perdana Menteri Italia Enrico Letta dalam sebuah jumpa pers di Columbia University, New York (26/9).

Perdana Menteri Italia Enrico Letta dalam sebuah jumpa pers di Columbia University, New York (26/9).

Partai Demokrat menyebut langkah itu sebagai “tidak bertanggung jawab” dan banyak warga Italia mengecam langkah tersebut.

Menteri-menteri kanan tengah dalam pemerintahan Italia telah mengumumkan niat mereka untuk mundur, sebuah langkah yang bisa menyebabkan ambruknya koalisi Perdana Menteri Enrico Letta.

Deputi Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Angelino Alfano mengumumkan Sabtu (28/9) bahwa kelima menteri dari Partai Kebebasan Rakyat akan mundur, tetapi ia tidak mengatakan kapan.

Ketua partai, mantan perdana menteri Silvio Berlusconi, mendesak menteri-menteri ini untuk mundur karena pemerintah bermaksud menaikkan pajak nilai tambah Italia serta Letta memutuskan untuk menunda operasi pemerintah sampai ia memperoleh dukungan penuh dari parlemen.

Pemerintah koalisi Italia yang berusia lima bulan merupakan persekutuan yang lemah dari kekuatan-kekuatan kanan tengah dengan Partai Demokrat yang kiri tengah.

Ketegangan antara pendukung Berlusconi dan lawan-lawannya dipicu sejak pengadilan tinggi Italia mepertahankan hukuman terhadap Berlusconi yang dijatuhkan Agustus lalu. Berlusconi juga menghadapi ancaman pemecatan dari Senat.

Pengunduran diri ini akan secara resmi diajukan kepada Presiden Giorgio Napolitano, yang kemudian memutuskan apakah pemerintah akan bisa meneruskan operasinya atau harus ada pemilihan dini.

Pihak Demokrat menyebut langkah itu sebagai “tidak bertanggung jawab” dan banyak warga Italia mengecam langkah tersebut.
XS
SM
MD
LG