Tautan-tautan Akses

Italia Hukum Politisi yang Serukan Pemerkosaan Bagi Menteri Berkulit Hitam


Menteri Urusan Integrasi Italia Cecile Kyenge, menteri berkulit hitam pertama di negara tersebut, yang sering menjadi sasaran hinaan rasial. (Reuters/Tony Gentile)

Menteri Urusan Integrasi Italia Cecile Kyenge, menteri berkulit hitam pertama di negara tersebut, yang sering menjadi sasaran hinaan rasial. (Reuters/Tony Gentile)

Pengadilan Italia menghukum seorang politisi yang menyerukan pemerkosaan terhadap menteri pertama yang berkulit hitam di negara itu.

Seorang politisi lokal yang menyerukan agar menteri berkulit hitam pertama di negara itu, yang juga seorang perempuan dan sering menjadi target hinaan rasial, untuk diperkosa, mendapat hukuman tunda 13 bulan dan dilarang bekerja di semua kantor publik selama tiga tahun pada Rabu (17/7).

Pengadilan di Padua memutuskan bahwa Dolores Valandro, anggota dewan perwakilan daerah bagi partai Liga Utara, bersalah karena mendorong kekerasan seksual atas alasan rasial pada tulisan di Facebook Juni lalu mengenai Menteri Integrasi Cecile Kyenge.

"Mengata tidak ada yang memperkosanya, sehingga ia akan memahami pengalaman para korban kejahatan berdarah ini? Memalukan!” tulis Valandro di atas foto Kyenge dan sebuah artikel dari laman anti-imigran mengenai percobaan pemerkosaan dari seorang warga Afrika.

Partai Liga Utara (Northern League) memecat Valandro karena tulisan itu.
Larangan untuk kantor publik tidak berlaku sampai ada dua kali banding, sementara hukuman tunda 13 bulan berarti Valandro tidak akan dipenjara kecuali ia melakukan hal yang sama.

Secara terpisah, para jaksa di Bergamo telah membuka kasus senator senior dari partai yang sama Roberto Calderoli, atas tuduhan penghinaan rasial setelah ia mengatakan Kyenge tampak seperti orangutan.

Kyenge, seorang dokter mata dan warga negara Italia yang lahir di Republik Demokratik Kongo, telah menjadi sasaran pernyataan-pernyataan rasis sejak penunjukannya sebagai menteri berkulit hitam pertama di Italia April lalu. Hal itu memicu debat di negara yang kesulitan beradaptasi dengan peningkatan imigrasi pada dua dekade terakhir. (Reuters/Naomi O'Leary)
XS
SM
MD
LG