Tautan-tautan Akses

Menlu Saudi dan Rusia Bahas Solusi Konflik di Suriah

  • Heather Murdock

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir (kiri) dan Menlu Sergei Lavrov siap memberikan konferensi pers usai pertemuan di Moskow, Rusia, Selasa (11/8).

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir (kiri) dan Menlu Sergei Lavrov siap memberikan konferensi pers usai pertemuan di Moskow, Rusia, Selasa (11/8).

Para diplomat tertinggi Rusia dan Arab Saudi hari Selasa (11/8) bertemu di Moskow untuk membahas solusi bagi konflik yang berkepanjangan di Suriah.

Usai pembicaraan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan negaranya mendukung solusi politik di Suriah yang melibatkan pemerintah dan militer Suriah, tetapi tidak presidennya yaitu Bashar al-Assad.

Posisi Saudi itu semakin banyak didukung negara-negara Barat, kata Marc Pierini, mantan duta besar Uni Eropa untuk Suriah dan cendekiawan pada lembaga Carnegie Europe.

“Saya pikir dunia Barat ingin mempertahankan beberapa bagian rezim Suriah dan beberapa elemen militer Suriah mengingat apa yang terjadi di Irak dan tempat-tempat lain … bahwa kita tidak bisa begitu saja mengganti keseluruhan negara itu,” tutur Pierini.

Membubarkan pemerintah Suriah dan menyerahkannya kepada faksi-faksi pemberontak yang memiliki beragam tingkat ekstrimisme tidak akan mengakhiri krisis disana, tambah Pierini.

Theodore Karasik, analis geopolitik pada Gulf State Analytics di Dubai, mengatakan kesepakatan nuklir yang baru-baru ini tercapai dengan Iran bisa memperkuat peran Rusia – pendukung utama Asad – dalam penyelesaian konflik Suriah.

Ia menjelaskan, “Kesepakatan Iran itu telah menghasilkan paradigma politik baru di mana semua negara di kawasan itu ingin menyelesaikan krisis di Suriah lewat kompromi politik.”

Iran mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya dengan kelompok enam negara berpengaruh, termasuk Rusia.

Pertemuan Rusia-Saudi itu adalah satu dari banyak langkah diplomatik akhir-akhir ini untuk membuka jalan menuju perundingan perdamaian Suriah.

Tetapi Pierini juga memperingatkan krisis itu masih akan berlanjut karena para pemain kunci di kawasan itu belum berubah posisi.

“Presiden Turki tegas mengatakan satu-satunya cara menyelesaikan krisis Suriah adalah dengan menggulingkan Presiden Assad. Itu bukanlah pandangan Amerika dan Eropa,” imbuhnya.

Turki baru-baru ini bergabung dengan aliansi pimpin Amerika untuk melawan ISIS di Suriah. Banyak pihak yang terlibat dalam konflik Suriah adalah bagian dari ISIS.

Usai pertemuan hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan meski Rusia dan Saudi masih berbeda pendapat tentang Suriah tetapi keduanya sependapat untuk meningkatkan kerjasama guna mengalahkan ISIS.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG